faktakalbar

Maraknya Kebakaran Lahan di Sanggau Memicu Sejumlah Bahaya bagi Warga

Faktakalbar.id - Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terus mengepung Kabupaten Sanggau memicu penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak, Kamis (3/9/2026). Langkah penanganan karhutla kini tidak hanya berfokus pada pemadaman…

Penulis: Natash Friday, 04 September 2026 📖 1 menit
Maraknya Kebakaran Lahan di Sanggau Memicu Sejumlah Bahaya bagi Warga

Faktakalbar.id - Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terus mengepung Kabupaten Sanggau memicu penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak, Kamis (3/9/2026).

Langkah penanganan karhutla kini tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada pemulihan kondisi sosial warga.

Kepulan asap tebal dari kebakaran lahan di sejumlah titik mulai mengganggu aktivitas harian serta kesehatan masyarakat lokal.

Penyaluran bantuan logistik diserahkan langsung kepada warga untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok selama masa darurat bencana asap.

Aksi sosial ini menjadi bentuk perhatian di tengah tingginya risiko paparan ISPA yang mengancam warga sekitar lokasi kebakaran.

Tim siaga posko terpadu terus memantau eskalasi dampak asap bersamaan dengan operasi pemadaman di area rawan kebakaran.

Pemantauan intensif dilakukan selama 24 jam nonstop untuk mengantisipasi pemburukan kualitas udara di wilayah Kabupaten Sanggau.

Danru Pam Posko Lionesius Didik Januri menyatakan bahwa penanganan bencana asap membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.

“Penanggulangan karhutla bukan hanya tugas satu instansi. Dibutuhkan sinergi antara petugas, pemerintah daerah, satuan tugas dan masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan karena api yang kecil dapat berkembang dan menimbulkan dampak yang luas,” katanya.

Lionesius Didik Januri menambahkan bahwa laporan berkala terus dikirimkan ke tingkat pimpinan untuk menentukan langkah penanganan bencana berikutnya.

“Personel tetap siaga selama pelaksanaan piket. Setiap perkembangan situasi akan dipantau dan dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan. Apabila ditemukan adanya titik api, personel bersama satgas akan segera melakukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Sinergi antara aparat dan warga diharapkan dapat mempercepat pemulihan lingkungan dari paparan asap pembakaran.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan atau menggunakan masker saat berada di area terpapar asap.

Upaya pencegahan pembakaran lahan baru terus disosialisasikan agar dampak bencana asap tidak makin meluas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK