faktakalbar

Masyarakat Desa Lepung Pantak, Ketungau Hilir, Sintang Kumpulkan Dana Pribadi Untuk Perbaiki Jalan. Lantas Apa Fungsi dari Pemerintah Daerah?

Penulis: Redaksi Monday, 24 March 2025 📖 2 menit
Masyarakat Desa Lepung Pantak, Ketungau Hilir, Sintang Kumpulkan Dana Pribadi Untuk Perbaiki Jalan. Lantas Apa Fungsi dari Pemerintah Daerah?
Faktakalbar.id, SINTANG – Lagi-lagi jalan jelek menjadi keluhan masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Sintang.  Jumlah daerah yang memiliki jalan tak layak untuk dilewati sudah tidak dapat dihitung jari lagi.  Baca juga:  Rekomendasi Tempat Wisata di Sintang, Nomor 5 Cocok untuk Wisata Keluarga Keluhan demi keluhan dari masyarakat seperti gaungan yang tak terdengar di telinga pemerintah daerah.  Para pemimpin seolah tutup mata dan telinga atas kejadian ini sejak berpuluh-puluh tahun. Masyarakat Desa Lepung Pantak, Ketungau Hilir mengumpulkan dana pribadi untuk memperbaiki jalan yang tak kunjung membaik.  Baca juga:  Lakalantas Antara Mobil Travel dan Motor di Jalan Sintang-Putussibau Memakan Korban Jiwa Masyarakat Desa Lepung Pantak menutup jalan yang lumpur dan berlubang menggunakan beberapa papan di sepanjang jalan.  Salah seorang warganet dengan username @bianmag_ memberikan komentarnya melalui instagram @sintanginformasi mengatakan bahwa jalan jelek dianggap seperti budaya yang diwajarkan oleh pemerintah.  “Jalan jelek udah dianggap pemerintah budaya yang harus dipelihara dari tahun ke tahun. Berkali-kali ganti pejabat belum kinjung bagus juga jalan kita ketungau karena udah dijadikan budaya yang harus dilestarikan pejabat kita, mantap,” terangnya. Hal serupa dikatakatan oleh warganet dengan username @orangtebahan yang mengeluhkan kinerja pemerintah karena hingga saat ini belum ada hasil yang terlihat.  “Kata warga bila gik ngarap pemerintah kapan-kapan katanya. Tapi kata pemerintah ini yang disukai dan perlu dilanjutkan sistem gotong royongnya,” jelasnya.  [caption id="attachment_28016" align="alignnone" width="828"] Jalan Desa Lepung Pantak, Ketungau Hilir sebelum dilakukan perbaikan. Foto: @bng_ramon[/caption] Baca juga: Tak Hanya Gelapkan Pajak, Saidi Juga Diduga Selewengkan Dana Desa @franklyn_jaguard turut berkomentar dan mengatakan tidak hanya pemerintah yang harus bertanggung jawab terhadap jalan namun juga pengusaha Kelapa Sawit yang terus berlalu lalang dengan mobil besarnya.  “Pengusaha sawit patunganlah benerin jalan, toh jangan ngarepin pemerintah aja,” pungkasnya. Jalan merupakan akses penting bagi masyarakat untuk beraktivitas. Tidak hanya rakyat yang menggunakan jalan namun para pemimpin juga turut menggunakan jalan untuk melakukan aktivitasnya. Namun mengapa untuk jalan yang dilaluinya pun mereka seperti tak peduli padahal yang dirugikan tidak hanya rakyat. Apakah uang yang dititipi oleh rakyat tidak cukup untuk menghidupi kocek penguasa dan memperbaiki infrastruktur jalan? Dengan ujungnya tetap rakyat harus yang menderita. (vk)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK