faktakalbar

Mengapa Mata Sering Berkedut? Ini Penyebabnya dan Kapan Harus Waspada

Mata sering berkedut umumnya disebabkan kurang tidur, stres, atau mata lelah. Ketahui penyebab, cara mengatasinya, dan tanda-tanda kapan kondisi ini perlu diperiksa ke dokter.

Penulis: Clara Monday, 03 August 2026 📖 2 menit
Mengapa Mata Sering Berkedut? Ini Penyebabnya dan Kapan Harus Waspada
Ilustrasi seseorang mengalami kedutan pada kelopak matanya (dok.ist)

Faktakalbar.id - Mata berkedut sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Padahal, dari sisi medis, kondisi ini umumnya disebabkan oleh kontraksi otot kelopak mata yang terjadi secara tidak sadar atau dikenal sebagai myokymia.

Dalam sebagian besar kasus, mata berkedut bukan merupakan kondisi yang berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, jika berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, kondisi ini perlu mendapat perhatian.

Berikut beberapa penyebab mata sering berkedut.

1. Kurang Tidur

Salah satu penyebab paling umum adalah kurang tidur. Saat tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, otot dan saraf menjadi lebih mudah mengalami kontraksi, termasuk pada kelopak mata.

2. Stres

Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kecemasan berlebihan dapat memicu mata berkedut. Saat tubuh mengalami stres, sistem saraf menjadi lebih sensitif sehingga kontraksi otot dapat terjadi lebih sering.

3. Terlalu Banyak Kafein

Mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berenergi secara berlebihan dapat meningkatkan aktivitas saraf dan memicu kedutan pada mata, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.

4. Mata Lelah

Menatap layar komputer, laptop, atau ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan mata tegang. Kondisi ini sering dialami oleh pekerja kantoran maupun pelajar yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.

5. Mata Kering

Produksi air mata yang berkurang juga bisa menyebabkan iritasi ringan pada mata dan memicu kedutan. Kondisi ini lebih sering dialami oleh lansia, pengguna lensa kontak, atau orang yang terlalu lama berada di ruangan ber-AC.

6. Kekurangan Nutrisi Tertentu

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan mineral seperti magnesium dapat berkontribusi terhadap kontraksi otot. Namun, penyebab ini tidak selalu menjadi faktor utama dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut apabila dicurigai.

Kapan Harus ke Dokter?

Mata berkedut sebaiknya segera diperiksakan apabila:

  • Berlangsung terus-menerus selama lebih dari satu hingga dua minggu.
  • Kedutan menyebabkan mata sulit dibuka atau justru menutup sepenuhnya.
  • Disertai kemerahan, bengkak, atau keluar cairan dari mata.
  • Kedutan menyebar ke bagian wajah lainnya.
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan saraf atau masalah kesehatan lain yang memerlukan penanganan medis.

Cara Mengurangi Mata Berkedut

Untuk membantu meredakan mata berkedut, usahakan tidur yang cukup setiap malam, mengelola stres, membatasi konsumsi kafein, serta mengistirahatkan mata secara berkala saat menggunakan perangkat digital. Jika mata terasa kering, penggunaan tetes mata sesuai anjuran tenaga kesehatan juga dapat membantu.

Sebagian besar kasus mata berkedut bersifat ringan dan akan membaik setelah penyebabnya diatasi. Namun, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter apabila keluhan berlangsung lama atau disertai gejala yang tidak biasa.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK