faktakalbar

Minim Akses Jembatan, Warga Seberang Kapuas Ditandu Sarung Demi Berobat ke RSUD

Faktakalbar.id - Ketiadaan jembatan penyeberangan di Sungai Kapuas memaksa warga Dusun Seransa menandu kakek penderita stroke menggunakan kain sarung demi mencapai fasilitas kesehatan di Kota Sekadau. Insiden penanganan medis darurat ini dialami ole…

Penulis: Wati Tuesday, 08 September 2026 📖 1 menit
Minim Akses Jembatan, Warga Seberang Kapuas Ditandu Sarung Demi Berobat ke RSUD
Warga dan kepolisian menggotong kakek penderita stroke yang tiba di Steher Dermaga Penyeberangan Pasar Sekadau. (Dok. ISt)

Faktakalbar.id - Ketiadaan jembatan penyeberangan di Sungai Kapuas memaksa warga Dusun Seransa menandu kakek penderita stroke menggunakan kain sarung demi mencapai fasilitas kesehatan di Kota Sekadau.

Insiden penanganan medis darurat ini dialami oleh lansia berusia 70 tahun saat tiba di Dermaga Penyeberangan Pasar Sekadau pada Senin pagi.

Kawasan steher penyeberangan menjadi satu-satunya jalur vital warga seberang sungai untuk mengakses pusat layanan medis Rumah Sakit Umum Daerah.

Perjalanan berobat pasien darurat sering terhambat karena kendaraan darat dari wilayah seberang tidak bisa melintasi Sungai Kapuas.

Saksi mata di lokasi, Aipda Mawardi, menemukan pasien stroke tersebut terbaring di atas tandu kain sarung saat melakukan patroli rutin.

“Saat itu kami menggunakan mobil penerangan keliling. Ketika melewati pasar sekitar pukul 09.00 WIB, kami melihat orang ramai di steher penyeberangan. Saya melihat ada seorang bapak ditandu memakai kain sarung, kemudian spontan kami tawarkan bantuan,” ujar Mawardi.

Mawardi bersama tim gabungan membawa korban beserta keluarganya menggunakan mobil operasional menuju RSUD Sekadau.

Pihak keluarga memaparkan bahwa kondisi kesehatan kakek tersebut menurun drastis sehingga membutuhkan pertolongan dokter sesegera mungkin.

“Kami melihat beliau memang membutuhkan bantuan, jadi kami bantu bersama pihak keluarga untuk dibawa ke RSUD. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi seperti ini, sebisa mungkin kami bantu,” kata Mawardi.

Plt Kasi Humas Polres Sekadau Iwan Kurniawan mengakui kendala geografis berupa ketiadaan akses jembatan kerap menyulitkan proses evakuasi medis darurat.

Petugas kepolisian kerap memberikan pendaratan serta pengawalan darurat bagi warga seberang sungai yang membutuhkan rujukan rumah sakit.

“Dalam kondisi darurat, masyarakat yang sudah sampai di kawasan penyeberangan tentu membutuhkan akses untuk melanjutkan perjalanan, terlebih ketika hendak mendapatkan penanganan medis. Karena itu, personel kami beberapa kali membantu masyarakat, termasuk mengantar warga yang membutuhkan rujukan atau perawatan ke RSUD Sekadau,” jelas Iwan.

Masyarakat Kalimantan Barat mendesak peningkatan prasarana transportasi serta aksesibilitas layanan kesehatan di wilayah terisolir.

“Terima kasih kepada personel Satbinmas yang peka melihat kondisi masyarakat dan langsung memberikan bantuan,” pungkasnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK