faktakalbar

Modus Penipuan AI Gmail: Pelaku Samarkan Suara Jadi Google Support

Penulis: Redaksi Wednesday, 29 October 2025 📖 1 menit
Modus Penipuan AI Gmail: Pelaku Samarkan Suara Jadi Google Support
Faktakalbar.id, NASIONAL - Laporan terbaru mengungkap adanya modus penipuan phishing yang menargetkan pengguna Gmail. Dalam aksinya, pelaku memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat panggilan telepon terdengar meyakinkan dan nyaris sempurna, Rabu (29/10/25). Temuan ini diungkap oleh Konsultan Solusi Microsoft , Sam Mitrovic . Ia menceritakan bahwa dirinya sempat menerima notifikasi percobaan pengambilalihan akun, tetapi ia menolaknya. Setelah itu, dia mendapatkan pemberitahuan sekitar 40 menit kemudian. Baca Juga:   Penting! Panduan Lengkap Aktivasi ASN Digital dan Wajibkan Keamanan Berlapis (MFA) Disebutkan dia melewatkan panggilan yang disebut berasal dari Google Sydney . Seminggu kemudian, pemberitahuan yang sama soal persetujuan pemulihan akun kembali masuk. Sama seperti sebelumnya, 40 menit kemudian masuk sebuah panggilan telepon. Kali ini dia mengangkatnya dan seorang pria Amerika Serikat (AS) berada di seberang telepon. Pria itu mengatakan berasal dari Google Support. Dalam telepon itu, Mitrovic diberitahu akunnya menunjukkan aktivitas mencurigakan. Seorang penyerang juga disebutnya memegang akses selama seminggu terakhir dan telah mengunduh data akun. Baca Juga:   Tips Belanja Digital Aman: Jamin Keamanan Transaksi Online dengan 5 Langkah Penting Ini Baru setelah berbicara dengan pria itu, dia menyadari telah berbicara dengan AI. Menurutnya, penipuan memang makin canggih sekarang. "Orang-orang sibuk dan penipuan ini tampak cukup sah membuat saya akan memberikan mereka AI untuk upayanya. Banyak orang akan teperdaya, tetapi pada tingkat individu dengan tools terbaik memiliki kewaspadaan," jelasnya dikutip dari Tom's Guide, Kamis (23/10/2025). Untuk menghindari diri menjadi korban, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah tidak terburu-buru memeriksa pesan yang masuk. Penipu akan menanamkan rasa urgensi agar calon korbannya cukup cemas dan tertekan sehingga akan menuruti apapun yang diinstruksikan. Selain itu, penting untuk memeriksa alamat email atau informasi yang masuk dan memastikan apakah email yang masuk berasal dari perusahaan yang memang terpercaya. Terakhir, gunakan perangkat lunak antivirus terbaik di perangkat agar perangkat akan tetap terlindungi dari malware atau virus saat membuka email phishing. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK