Mooncake Festival Singkawang: Simbol Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Lokal
Faktakalbar.id, SINGKAWANG –
Pelaksanaan Mooncake Festival
Singkawang
yang berlangsung pada 3 hingga 6 Oktober menjadi bukti nyata komitmen Kota Seribu Kelenteng dalam merawat tradisi.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat pelestarian budaya Tionghoa sekaligus motor penggerak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Baca Juga:
Wali Kota Tjhai Chui Mie: Mooncake Festival Adalah Cara Kita Lestarikan Budaya dan Gerakkan Ekonomi
Festival ini menjadi penegasan pentingnya mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus agar tak lekang oleh waktu.
Menjaga Warisan Leluhur di Era Modern
Menurut Wali Kota, festival ini merupakan sarana vital untuk mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
Perayaan yang secara tradisi digelar setiap tanggal 15 bulan 8 kalender Tionghoa ini menjadi momen untuk merefleksikan rasa syukur, kebersamaan, dan mempererat keharmonisan keluarga di bawah sinar bulan purnama.
“Festival ini adalah cara kita menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak hilang oleh zaman,” ujar Tjhai Chui Mie.
Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen kuat pemerintah daerah dalam memastikan warisan leluhur tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini dan mendatang.
Baca Juga:
Festival Faradje Pesaka Negeri Sanggau XVII Dibuka, Hadirkan Nuansa Baru
Dampak Nyata bagi Perekonomian UMKM
Di sisi lain, festival ini memberikan angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kehadirannya membuka panggung bagi produk-produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan dikenal oleh para pengunjung.
“Selama seminggu, UMKM bisa memasarkan produk lokal kepada pengunjung. Ini tentu menjadi multiplier effect bagi perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Tjhai Chui Mie juga berharap semangat ini dapat ditiru oleh 17 paguyuban etnis lain di Singkawang, agar masing-masing dapat mengemas tradisi uniknya menjadi daya tarik wisata budaya yang kuat dan berkelanjutan.
Sinergi Budaya, Pariwisata, dan Sosial
Ketua Panitia Mooncake Festival Singkawang 2025, Helga Abraham, menambahkan bahwa perayaan ini melampaui sekadar kuliner dan hiburan.
Baca Juga:
Festival Faradje Pesaka Negeri: Upaya Sanggau Jaga Identitas dan Warisan Budaya
Sisi kemanusiaan juga ditonjolkan melalui berbagai kegiatan sosial seperti layanan akupunktur gratis dan santunan bagi anak yatim.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami berharap Moon cake Festival bisa menjadi agenda tahunan di Kota Singkawang, sebagai bentuk sinergi antara budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Helga.
Perpaduan harmonis antara nuansa budaya, pemberdayaan ekonomi, dan aksi sosial menjadikan festival ini sebagai cerminan keberagaman dan kepedulian di Kota Singkawang.
(*Red)
Tag:
#Tjhai Chui Mie
#UMKM Singkawang\
#Budaya Tionghoa
#Pariwisata Singkawang
#Mooncake Festival Singkawang
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.