faktakalbar

Mooncake Festival Singkawang: Simbol Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Lokal

Penulis: Redaksi Monday, 06 October 2025 📖 2 menit
Mooncake Festival Singkawang: Simbol Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Lokal
Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Pelaksanaan Mooncake Festival Singkawang yang berlangsung pada 3 hingga 6 Oktober menjadi bukti nyata komitmen Kota Seribu Kelenteng dalam merawat tradisi. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat pelestarian budaya Tionghoa sekaligus motor penggerak ekonomi bagi masyarakat lokal. Baca Juga: Wali Kota Tjhai Chui Mie: Mooncake Festival Adalah Cara Kita Lestarikan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Festival ini menjadi penegasan pentingnya mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus agar tak lekang oleh waktu. Menjaga Warisan Leluhur di Era Modern Menurut Wali Kota, festival ini merupakan sarana vital untuk mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Perayaan yang secara tradisi digelar setiap tanggal 15 bulan 8 kalender Tionghoa ini menjadi momen untuk merefleksikan rasa syukur, kebersamaan, dan mempererat keharmonisan keluarga di bawah sinar bulan purnama. “Festival ini adalah cara kita menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak hilang oleh zaman,” ujar Tjhai Chui Mie. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen kuat pemerintah daerah dalam memastikan warisan leluhur tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini dan mendatang. Baca Juga: Festival Faradje Pesaka Negeri Sanggau XVII Dibuka, Hadirkan Nuansa Baru Dampak Nyata bagi Perekonomian UMKM Di sisi lain, festival ini memberikan angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadirannya membuka panggung bagi produk-produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan dikenal oleh para pengunjung. “Selama seminggu, UMKM bisa memasarkan produk lokal kepada pengunjung. Ini tentu menjadi multiplier effect bagi perekonomian masyarakat,” jelasnya. Tjhai Chui Mie juga berharap semangat ini dapat ditiru oleh 17 paguyuban etnis lain di Singkawang, agar masing-masing dapat mengemas tradisi uniknya menjadi daya tarik wisata budaya yang kuat dan berkelanjutan. Sinergi Budaya, Pariwisata, dan Sosial Ketua Panitia Mooncake Festival Singkawang 2025, Helga Abraham, menambahkan bahwa perayaan ini melampaui sekadar kuliner dan hiburan. Baca Juga: Festival Faradje Pesaka Negeri: Upaya Sanggau Jaga Identitas dan Warisan Budaya Sisi kemanusiaan juga ditonjolkan melalui berbagai kegiatan sosial seperti layanan akupunktur gratis dan santunan bagi anak yatim. “Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami berharap Moon cake Festival bisa menjadi agenda tahunan di Kota Singkawang, sebagai bentuk sinergi antara budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Helga. Perpaduan harmonis antara nuansa budaya, pemberdayaan ekonomi, dan aksi sosial menjadikan festival ini sebagai cerminan keberagaman dan kepedulian di Kota Singkawang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK