faktakalbar

OJK dan Pemkot Dorong Percepatan Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu di Singkawang

Penulis: Redaksi Thursday, 02 April 2026 📖 2 menit
OJK dan Pemkot Dorong Percepatan Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu di Singkawang
Faktakalbar.id, SINGKAWANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Singkawang secara resmi mendorong percepatan pengembangan kawasan wisata terpadu di Singkawang. Komitmen kerja sama lintas sektoral tersebut dirumuskan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (1/4/2026). Baca Juga:  Perkuat Promosi Pariwisata, Wali Kota Singkawang Terima Kunjungan Krisdayanti Kepala OJK Kalbar, Rochma Hidayati, menjelaskan bahwa keterlibatan OJK dalam memajukan sektor pariwisata merupakan bentuk dukungan langsung terhadap program strategis pemerintah daerah. Program inisiatif ini tergabung dalam kerangka Peningkatan Ekonomi Daerah (PED). “Setiap OJK provinsi memiliki program Peningkatan Ekonomi Daerah (PED). Di Singkawang, kami fokus pada pengembangan kawasan desa wisata terpadu seperti Batu Belimbing dan Nyarumkop,” ujarnya. Pemilihan Kota Singkawang sebagai target pengembangan program dinilai sangat tepat. Menurut Rochma, kota ini memiliki keunggulan kompetitif dari sisi indeks toleransi masyarakat yang tinggi, keragaman budaya, hingga kekayaan kontur alam. “Singkawang ini dianugerahi banyak kelebihan, mulai dari toleransi agama, budaya, hingga wisata gunung dan pantai yang bisa dikembangkan secara terpadu,” katanya. Lebih lanjut, arah pengembangan kawasan wisata terpadu di Singkawang akan dititikberatkan pada konsep ekowisata ( ecotourism ) dan wisata kebugaran ( wellness tourism ). Pendekatan ini dinilai sangat adaptif dan sejalan dengan tren pariwisata global saat ini. “Paradigma pariwisata saat ini sudah berubah. Wisata berkelanjutan dan regeneratif menjadi tren, dan ini peluang besar bagi Singkawang,” ujarnya. Rochma juga menekankan pentingnya meruntuhkan ego masing-masing instansi demi memperlancar akses pelancong. “Kita harus lepaskan ego sektoral dan membangun kolaborasi agar tercipta kemudahan berwisata di Singkawang,” katanya. Menyikapi dukungan OJK tersebut, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen lembaga keuangan negara dalam mendorong denyut nadi pariwisata daerahnya. “Ini kegiatan yang luar biasa. Kami berterima kasih kepada OJK yang telah memberikan dukungan dalam pengembangan ekonomi melalui sektor pariwisata,” ujarnya. Tjhai Chui Mie meyakini bahwa wilayah administrasi yang dipimpinnya memiliki potensi destinasi wisata yang sangat potensial. “Singkawang ini komplit, punya alam, laut, dan budaya yang tidak dimiliki daerah lain,” katanya. Sebagai bentuk komitmen pendukung, Pemerintah Kota Singkawang saat ini terus mengebut perbaikan infrastruktur fisik, termasuk memperlancar akses transportasi darat dan memfasilitasi kelengkapan akomodasi penginapan. “Kita siapkan kemudahan akses, penginapan, dan tentu suasana toleransi yang menjadi kekuatan utama Singkawang,” ujarnya. Upaya ini sejalan dengan tingkat kunjungan wisatawan yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Baca Juga:  Lahan 45 Hektare di Singkawang Timur Disulap Jadi Kawasan Wisata Terpadu Saung Timur Sepanjang tahun 2025, tercatat adanya 1.410.043 kunjungan wisata. Sementara itu, kalkulasi data pada awal tahun hingga periode Februari 2026 telah menembus angka 50.678 kunjungan. “Ini menunjukkan bahwa Singkawang semakin diminati sebagai destinasi wisata,” katanya. Ke depan, Pemerintah Kota Singkawang menargetkan penguatan kalender agenda kepariwisataan agar dapat dinikmati merata sepanjang tahun. “Kita ingin setiap bulan ada event, sehingga Singkawang tidak hanya ramai saat momen tertentu saja,” ujarnya. Ekspansi pengembangan ini dipastikan akan merambah sektor olahraga ( sport tourism ), eduwisata, hingga penguatan rantai pasok bagi UMKM lokal. “Harapannya, pengembangan ini memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” katanya. Tjhai Chui Mie memproyeksikan, hasil rumusan FGD ini dapat segera diimplementasikan dalam cetak biru pembangunan wisata. “Jika berhasil, kawasan wisata terpadu ini bisa menjadi model pengembangan ekowisata di Kalimantan bahkan Indonesia,” ujarnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK