Operasi SAR Ditutup: Dua Korban Terakhir yang Tenggelam di Sungai Kapuas Sintang Ditemukan Meninggal
Faktakalbar.id, SINTANG –
Seluruh korban hilang dalam
insiden
tenggelamnya empat orang anak di Sungai Kapuas, tepatnya di Kampung Ladang, Kecamatan Sintang, telah berhasil ditemukan.
Tim
Search and Rescue
(SAR)
gabungan menemukan dua korban terakhir dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (13/2/2026).
Penemuan ini menandai berakhirnya operasi pencarian yang dilakukan sejak Kamis kemarin.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, memberikan rincian mengenai penemuan para korban tersebut.
Baca Juga:
Tim SAR Cari 82 Korban Hilang Akibat Longsor di Desa Pasir Langu
“Pada pukul 09.25 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu orang korban atas nama Dira Dwi (11) dalam keadaan meninggal dunia,” jelas I Made Junetra.
Ia menambahkan bahwa posisi penemuan korban pertama hari ini berada cukup jauh dari titik awal kejadian.
“Korban ditemukan sekitar 204 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian kecelakaan,” tuturnya.
Penemuan Korban Terakhir
Setelah mengevakuasi Dira Dwi, tim melanjutkan penyisiran untuk mencari satu korban lagi yang masih hilang. Upaya tersebut membuahkan hasil pada siang hari.
“Pukul 14.20 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu orang korban lagi atas nama Feni, perempuan, 10 tahun, dalam keadaan meninggal dunia,” ujar I Made Junetra.
Serupa dengan penemuan sebelumnya, jasad Feni ditemukan di area hulu sungai.
Petugas mencatat titik penemuan berada sekitar 147 meter dari lokasi awal para anak tersebut dilaporkan terbawa arus.
Kedua jenazah segera dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Evaluasi dan Imbauan Keselamatan
Dengan ditemukannya seluruh korban, I Made Junetra menyatakan bahwa operasi pencarian di Sungai Kapuas ini resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat yang membantu penyisiran.
Terkait musibah ini, pihak berwenang memberikan peringatan keras kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Tingginya risiko aktivitas di air, terutama bagi anak-anak, menjadi sorotan utama dalam evaluasi kejadian ini.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sungai. Jaga dan pantau anak-anak agar tidak bermain tanpa pengawasan karena risiko di sungai sangat tinggi,” tegasnya.
I Made Junetra menekankan pentingnya pengawasan ketat dari orang dewasa guna mencegah terjadinya kembali insiden serupa di masa mendatang, mengingat karakteristik arus Sungai Kapuas yang sering kali berubah secara tiba-tiba.
Baca Juga:
Tragedi di Sungai Kapuas Sintang: Satu Korban Ditemukan Meninggal, Dua Anak Masih Dalam Pencarian
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.