faktakalbar

Pasien IMS Puskesmas Sungai Durian Didominasi Warga Luar Kabupaten Sintang

Penulis: Redaksi Wednesday, 16 April 2025 📖 2 menit
Pasien IMS Puskesmas Sungai Durian Didominasi Warga Luar Kabupaten Sintang
Faktakalbar.id, SINTANG – Puskesmas Sungai Durian mencatat sebanyak 60 kunjungan pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) hingga April 2025, dengan mayoritas berasal dari luar wilayah Kabupaten Sintang. Penanggung jawab penyakit IMS, Elisabeth, menyebutkan bahwa kunjungan ke poli IMS setiap bulannya mencapai belasan orang. Baca juga:  Dinkes Sintang Belum Tetapkan KLB Rabies, Terkendala Dana dan BPJS Jumlah Pasien IMS Didominasi dari Luar Sintang Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pasien berdomisili di luar Kecamatan Sintang, seperti dari wilayah Sepauk dan kecamatan lainnya di luar kabupaten. “Kalau sementara ini sih lebih banyak dari luar daerah. Kalau dari lokasi domisili Sintang, nggak terlalu banyak kasusnya. Kalau domisili mungkin luar Sintang, mungkin kabupaten yang lain, kecamatan yang lain kayak, Sepauk, segala itu. Kalau Kecamatan Sintang, untuk penularan ini kita lihat dari kunjungannya itu tidak terlalu banyak,” ungkapnya. Kelompok Usia Subur Paling Banyak Terinfeksi Menurutnya, sebagian besar pasien berada pada usia subur, yaitu antara usia 20 hingga 30 tahun. “Kalau 40-an itu ada tapi jarang,” tambahnya. Jenis IMS yang paling banyak ditemukan adalah sifilis dan gonore, dengan jumlah penderita terbanyak berasal dari kelompok perempuan. “Paling banyak biasa kalau yang laki-laki itu gonore sama sifilis. Itu rata-rata kunjungan mereka. Kalau perempuan itu, itu banyaknya di kandidiasis, jamur, kemudian ada juga yang dapat gonore. Perkunjungannya masih wanita yang banyak,” jelas Elisabeth. Ia mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala penyakit IMS agar tidak terlambat mendapatkan pengobatan, karena beberapa jenis IMS seperti sifilis dapat berakibat fatal. “Yang pasti memahami penyakit infeksi menular seksual ini karena kalau sudah terinfeksi apalagi sifilis, itu pengobatan yang lumayan dan efeknya yang kita takutkan kalau dia menyerang sel-sel otak kan akan menyebabkan kematian,” katanya. Ia juga menyoroti penularan gonore yang umumnya dibawa oleh laki-laki dan banyak menginfeksi perempuan. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kesetiaan kepada pasangan dan menggunakan pengaman bila melakukan hubungan seksual di luar pasangan. “Kalau pada Gonore itu yang kita khawatirkan, penularan yang banyak itu pada wanita. Himbauannya ya tetap pada pasangannya, tetap setia pada pasangannya. Terus kalau memang harus melakukan hubungan seksual di luar pasangan ya tetap menggunakan pengaman karena kita tidak bisa memastikan pasangannya kita aman,” tutupnya. (jn) Baca juga:  Pengidap Sifilis Meningkat, Kepala Dinas Kesehatan Sintang Beri Himbauan

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK