Pedagang Sapi Lokal Sintang Sepi Pembeli Akibat Daging Impor Lebih Murah: Pemerintah Diminta Segera Urus Masalah Ini
Faktakalbar.id, SINTANG
– Pedagang daging lokal di Pasar Tradisional Masuka,
Kabupaten Sintang
, 'gigit jari' karena sepi pembeli jelang Idulfitri (Lebaran) 2025.
Pedagang lokal tersebut terancam mengalami kerugian akibat tingginya peminat daging sapi impor yang dijual dengan harga lebih murah.
Baca juga:
Harga Daging Sapi Impor Lebih Murah, Pedagang Lokal Pasar Tradisional Masuka Sintang Sepi Pembeli
Salah seorang pedagang daging sapi lokal, Sarjono, mengatakan bahwa pedang daging sapi lokal merasa kecewa karena Lebaran tahun ini lebih banyak yang membeli daging sapi impor dibandingkan daging sapi lokal.
“Kalo ini saja benar-benar dak bisa diomong agik lah. Biasanya kita dalam 10-15 hari sebelum hari h lebaran bukan lagi ramenya, bisa 7-8 ekor habis dalam satu hari,"
ujarnya, Rabu (26/03/2025).
"Untuk tahun ini 3 ekor jak dak abis padahal ini dari pagi terus juga pedagang di sini bagi-bagi bukan motong semua. Tengok daging sampai dah hitam-hitam karena dak ada yang beli,”
sambung Sarjono.
Baca juga:
Jalan Penghubung Utama Tempunak Hulu ke Sintang Rusak Parah
Akibatnya, para pedagang daging sapi lokal banyak yang tutup lapak di pasar Masuka, ada juga yang menurunkan harga jual.
“Hal ini membuat meja-meja di dalam sini jadi kosong karena banyak pedagang yang sudah tidak punya modal lagi untuk berjualan,”
ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah ada sejak lama namun belum ada penanggulangan dari pemerintah terkait permasalah yang mereka alami.
Baca juga
:
Pemkab Melawi Diduga Potong TPP ASN untuk Bayar Utang Daerah Rp147 Miliar
“Daging impor kan lebih murah, itu jak penggilingan dak berhenti-henti, kalo di sini mana ada orang giling lagi. Masalah ini bukan lagi dari kapan, dari Kepala Disperindag yang dulu. Saja benar-benar sepi tahun ini,”
jelasnya.
Keluhan persaingan harga daging sapi lokal dan impor yang dijual di kawasan
Pasar Tradisional Masuka Sintang
itu disampaikan langsung oleh Sarjono kepada Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny saat melakukan sidak.
“Kemarin sudah saya sampaikan kepada Wakil Bupati saat mereka Sidak ke sini. Ya kata Pak Wakil ya nanti kita urus. Nantinya kapan? Kan kita dak tau,”
katanya dengan nada sedikit meninggi.
Sarjono berharap pemerintah dapat segera mengatasi permasalahan ini dan dengan siap Ia mengatakan akan melakukan aksi demo jika permasalahan ini tak kujung diberikan solusi.
“Kalo bisa gimana pemerintah Sintang kita ni dalam mengatasi itu, mau dari Kepala Disperindag, Wakil Bupati, atau Pak Bupati, tolong diatasi ini ya sebelum kamek-kamek ini berdemo,"
ujar Sarjono.
"
Kamek kalo dah terlalu sakit ya maaf ngomong, ini masalah perut, kita membunuh pun mau kalo udah terlalu susah daripada kita dikejar hutang,”
tutupnya. (vk)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.