faktakalbar

Pemkot Singkawang dan Balai Bahasa Kalbar Mulai Revitalisasi Bahasa Melayu di Sekolah

Penulis: Redaksi Friday, 30 January 2026 📖 1 menit
Pemkot Singkawang dan Balai Bahasa Kalbar Mulai Revitalisasi Bahasa Melayu di Sekolah
Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat resmi memulai program revitalisasi bahasa daerah. Fokus utama program ini adalah memperkuat penggunaan bahasa Melayu melalui jalur pendidikan formal, khususnya bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Baca Juga: Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 Dorong Pelestarian Bahasa Melayu Pontianak Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menjaga kelestarian identitas budaya lokal. Muhammadin, mewakili Pemkot Singkawang, menyampaikan apresiasinya kepada Balai Bahasa Kalbar yang telah menjadikan Singkawang sebagai bagian dari agenda pelestarian bahasa daerah nasional. “Bahasa Melayu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Singkawang, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan,” kata Muhammadin saat menerima kunjungan Balai Bahasa Kalbar, Selasa (27/1/2026). Ia menekankan bahwa program Revitalisasi Bahasa Melayu Singkawang tidak hanya bertujuan pada penguatan komunikasi, tetapi juga untuk menelusuri asal-usul bahasa. Hal ini dianggap penting untuk menjaga nilai-nilai budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat Singkawang. Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Uniawati, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil sebagai respons atas menurunnya penggunaan bahasa Melayu di masyarakat. “Bahasa Melayu di Singkawang merupakan bahasa asli yang diturunkan oleh masyarakat setempat, namun saat ini telah mengalami kemunduran,” jelasnya. Menurut Uniawati, indikator kemunduran tersebut terlihat dari pola komunikasi di lingkungan keluarga. Baca Juga: Pemuda Keturunan Sambas Terbitkan Tiga Buku Cerita Rakyat dalam Bahasa Melayu Sambas Saat ini, proses pewarisan bahasa daerah dari orang tua ke anak mulai berkurang karena lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari. “Ini menjadi salah satu penanda bahwa bahasa daerah telah mengalami kemunduran,” ungkap Uniawati. Program Revitalisasi Bahasa Melayu Singkawang ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Dimulai dari rapat koordinasi dan pembangunan komitmen bersama, hingga pelaksanaan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk menyusun materi ajar bagi peserta didik. Selain itu, Balai Bahasa akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para guru SD dan SMP. Para guru ini dipersiapkan sebagai pengajar utama yang akan mengimplementasikan materi bahasa daerah di sekolah masing-masing secara berkelanjutan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK