faktakalbar

Pemkot Singkawang Matangkan Pengembangan Agroeduwisata Terpadu

Penulis: Redaksi Friday, 03 April 2026 📖 2 menit
Pemkot Singkawang Matangkan Pengembangan Agroeduwisata Terpadu
Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat melakukan peninjauan langsung ke kawasan Desa Wisata Batu Belimbing dan Agroeduwisata Nyarumkop pada Kamis (2/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk mematangkan program pengembangan desa wisata terpadu dengan menitikberatkan pada konsep agroeduwisata di Singkawang sebagai pusat pembelajaran sekaligus destinasi rekreasi berbasis potensi lokal. Baca Juga:  OJK dan Pemkot Dorong Percepatan Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu di Singkawang Konsep terpadu ini secara khusus mengintegrasikan sektor pariwisata unggulan daerah dengan kegiatan operasional pertanian, peternakan, dan perikanan. Pemerintah menargetkan pendekatan komprehensif tersebut mampu memperkuat daya tarik wisata domestik sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi secara langsung bagi masyarakat setempat. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyatakan bahwa kunjungan lapangan ini merupakan wujud tindak lanjut dari pembahasan tingkat pimpinan sebelumnya. Menurutnya, ini menjadi langkah konkret pemerintah kota untuk menyelaraskan dokumen perencanaan dengan kondisi geografis dan riil warga di lapangan. “Peninjauan ini penting untuk memastikan kesiapan kawasan sekaligus melihat langsung potensi yang bisa dikembangkan,” ujarnya. Tjhai Chui Mie menilai kepercayaan OJK yang memilih Singkawang sebagai lokasi sasaran pengembangan menjadi peluang strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi lokal. Untuk itu, Pemkot Singkawang akan segera mengonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi ini melibatkan aparatur wilayah hingga kelompok masyarakat di tingkat dasar, seperti Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), guna memperkuat tata kelola pengelola wisata yang sudah ada. “Kami ingin kawasan wisata ini lebih tertata, bersih, dan memiliki daya tarik yang kuat sehingga berdampak langsung pada peningkatan kunjungan dan ekonomi masyarakat,” katanya. Sementara itu, Kepala OJK Kalimantan Barat, Rochma Hidayati, menegaskan bahwa institusinya hadir dan berperan sebagai inisiator program. Namun, implementasi agroeduwisata di Singkawang ini mutlak membutuhkan sinergi lintas instansi. Ia menyebut komitmen Pemkot Singkawang menjadi faktor penentu, mengingat wilayah ini telah diposisikan secara strategis sebagai hub sekunder pengembangan ekowisata dan wellness tourism di wilayah Kalimantan. Baca Juga:  Perkuat Promosi Pariwisata, Wali Kota Singkawang Terima Kunjungan Krisdayanti Pelaksanaan program wisata terpadu ini ditargetkan mencapai puncak optimalisasinya pada bulan Agustus mendatang. Penetapan waktu tersebut dipilih secara strategis dengan mempertimbangkan siklus pertanian warga, khususnya momentum masa panen raya yang dinilai memiliki daya tarik visual tinggi untuk kebutuhan promosi pariwisata daerah. “Hamparan sawah yang menguning akan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat publikasi wisata,” ujarnya. Rochma menambahkan bahwa fungsi kawasan wisata ini tidak hanya dikhususkan untuk rekreasi hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang mengakar pada potensi alam. Pengunjung yang datang nantinya dapat berinteraksi dan mempelajari aktivitas agraris, proses peternakan, hingga tata cara budidaya perikanan air tawar seperti ikan nila. “Edukasi menjadi bagian penting agar generasi muda lebih mengenal dan mencintai potensi lokal,” kata Rochma. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK