faktakalbar

Pendakian Bukit Rentap Ditutup, Sampah Pendaki Cemari Sumber Air Konsumsi Warga Sekitar

Penulis: Redaksi Wednesday, 19 March 2025 📖 2 menit
Pendakian Bukit Rentap Ditutup, Sampah Pendaki Cemari Sumber Air Konsumsi Warga Sekitar
Faktakalbar.id, SINTANG – Pemerintah Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang melakukan penutupan jalur pendakian menuju Bukit Rentap setelah selesai dirapatkan pada Kamis (27/02/2025) lalu.  Penutupan ini bukan tanpa dasar, terlalu banyak sampah yang berserakan di jalur pendakian menjadi salah satu alasan utama penutupan jalur pendakian. Ketua Pemuda Ensaid Panjang, Kristian Delferi menjelaskan alasan penutupan jalur pendakian ini karena banyaknya pendaki yang membuang sampah sembarangan hingga mencemari sumber mata air. Baca Juga:  Jalan Sepauk Sintang Rusak Parah, Warga Keluhkan Akses dan Pungutan Liar “Itu ditutup karena masalah sampah yang banyak dari para pendaki yang tidak bertanggung jawab, jalur pendakian bukti rentap itu ada air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat di desa Ensaid Panjang,” ujar Kristian pada Selasa (18/3/25). Ia menuturkan ada tiga dusun yang berada di Desa Ensaid Panjang yang terdampak pencemaran tersebut. “Ada tiga dusun yang mengonsumsi air dari Bukit Rentap, ada Dusun Rentap Selatan, Dusun Ensaid Pendek dan Dusun Empenyauk oleh sebab itu jalur pendakiannya ditutup,” lanjutnya. [caption id="attachment_27126" align="alignnone" width="723"] Papan pemberitahuan akses pendakian ke bukit rentap ditutup. Terlihat banyaknya sampah yang menumpuk di depan papan tersebut (Dok. Ist).[/caption] Kristian menambahkan bahwa sampah yang dibuang pendaki dari puncak bukit juga mencemari sumber air minum masyarakat yang berada di bawah kaki Bukit Rentap.  “Nah yang jadi permasalahan sampah itu, para pendaki yang tidak bertanggung jawab ini membuang sampah sembarangan di aliran air yang ada di atas sementara penampungan air konsumsi masyarakat itu ada di bawah,” terangnya. Baca Juga:  Sampah Menumpuk, Pendakian Bukit Rentap Resmi Ditutup Sementara Kristian mengungkapkan bahwa salah satu upaya yang telah dilakukan oleh pengelola Bukit Rentap adalah mengumpulkan seluruh sampah yang berada di jalur pendakian.  “Untuk sekarang kami sudah membersihkan sampah, ada 9 karung sampah yang sudah kami bawa turun,” ungkap Kristian. Ketua Pemuda Ensaid Panjang ini juga mengatakan penutupan jalur pendakian ini agar pihak pengelola Bukit Rentap dapat memperbaiki sistem dan membuat peraturan baru. Tujuannya agar nantinya setiap pendaki yang datang untuk melakukan pendakian ke Bukit Rentap dapat terkontrol dengan baik.  “Untuk dibukanya jalur pendakian ini masih dalam proses, untuk para pendaki nanti wajib registrasi agar para pendaki ini bisa dikontrol dan akan dikenakan biaya,” katanya. Kristian pun turut menyampaikan kekecewaannya terhadap para pendaki yang berlaku semena-mena tanpa memperhatikan kondisi lingkungan dan alam. Terlebih Bukit Rentap merupakan satu di antara sumber kehidupan untuk desa sekitar.  “Saya sangat kecewa kak karena alam kami dirusak oleh para pendaki yang katanya cinta dengan alam dan semoga hal ini tidak terulang lagi,”  Ia pun berharap semoga kelak para pendaki dapat lebih bertanggung jawab terhadap sampah miliknya dan mematuhi setiap peraturan yang telah ditetapkan. (VK)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK