faktakalbar

Pengelolaan TWA Baning Sintang Mulai Dibahas BKSDA

Penulis: Redaksi Tuesday, 06 January 2026 📖 1 menit
Pengelolaan TWA Baning Sintang Mulai Dibahas BKSDA
Faktakalbar.id, SINTANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Kalimantan Barat mulai membahas langkah strategis pengembangan Taman Wisata Alam (TWA) Baning. Pembahasan ini berlangsung dalam forum diskusi multipihak yang dibuka secara resmi oleh Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, di Pusat Edukasi Sanctuary Enggang TWA Baning, Kabupaten Sintang, Senin (5/1/2026). BKSDA Kalbar menginisiasi kegiatan ini sebagai langkah awal untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan. Baca Juga:  Jalan Purnama Sintang Ambruk Sejak September, Warga Kecewa Tak Kunjung Ada Perbaikan Forum ini bertujuan menyatukan pandangan dalam pengelolaan kawasan TWA Baning yang terletak di jantung Kota Sintang. Dalam sambutannya, Gregorius Herkulanus Bala menyoroti nilai penting keberadaan TWA Baning. Ia menyebut kawasan ini memegang peran strategis tidak hanya sebagai area konservasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, destinasi wisata alam, dan paru-paru kota yang vital. Oleh karena itu, Bupati menekankan perlunya pengelolaan secara kolaboratif dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan. Selain membahas arah pengembangan wisata alam, diskusi ini juga membedah kajian awal hidrologi gambut. Baca Juga:  Kebakaran SPBU di Sintang Ungkap Dugaan Praktik Ilegal Pengisian BBM ke Jeriken Para peserta menempatkan isu hidrologi sebagai aspek krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan fungsi lingkungan di kawasan TWA Baning. Melalui diskusi ini, pemerintah menargetkan terbangunnya sinergi multipihak yang solid. Sinergi ini diperlukan untuk mendukung pengelolaan TWA Baning secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengesampingkan fungsi konservasi. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK