Penyaluran BBM Bersubsidi di Sanggau Dinilai Tak Tepat Sasaran, Aplikasi XStar Belum Efektif?
Faktakalbar.id, SANGGAU –
Pemerintah Kabupaten (
Pemkab
) Sanggau mengungkap adanya sejumlah persoalan serius terkait pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Pemerintah menilai penyaluran BBM bersubsidi di lapangan masih tidak tepat sasaran.
Baca Juga:
Perintah Istana Turun, Bos Pertamina Tak Berkutik! Proyek Raksasa BBM Etanol Siap Digeber
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (
Sekda
) Kabupaten Sanggau, Aswin Khatib. Ia menyoroti banyaknya kebocoran dan penyalahgunaan yang terjadi.
“Persoalan yang kita hadapi diantaranya penyaluran yang tidak tepat sasaran yaitu banyak masyarakat yang tidak berhak menerimanya namun menggunakannya, adanya kebocoran subsidi, yang mana BBM subsidi ini rentan penyalahgunaan, penyelundupan dan penjualan ilegal,” kata Aswin, Kamis (23/10/2025).
Aswin menegaskan, BBM bersubsidi adalah salah satu barang penting yang vital bagi masyarakat dan disubsidi oleh negara.
Untuk itu, ia menyatakan bahwa pemerintah memiliki kewajiban penuh untuk mengawal komoditas ini agar terdistribusikan dengan baik dan tepat sasaran.
Berbagai langkah strategis, lanjutnya, telah dilakukan pemerintah untuk memastikan distribusi berjalan lancar, salah satunya dengan menerbitkan regulasi baru dari BPH Migas.
Baca Juga:
Daftar Harga BBM Non Subsidi Terbaru Oktober 2025: Pertamina, Shell, BP, Vivo Kompak Naik
Ia menjelaskan, saat ini pendistribusian BBM bersubsidi mengacu pada regulasi baru, yakni Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023.
Aturan ini mengatur tentang penerbitan surat rekomendasi untuk pembelian bahan bakar tertentu, khususnya bagi non-kendaraan.
Untuk mendukung regulasi ini, sistem digitalisasi pun diterapkan.
“Bahkan saat ini pemberian rekomendasi menggunakan aplikasi
XStar
untuk penerbitan rekom BBM,” ungkapnya.
Namun, Aswin membeberkan bahwa penerapan aplikasi baru ini belum berjalan mulus.
Berdasarkan evaluasi BPH Migas dan Dinas Perindag dan ESDM Provinsi Kalbar, penerapan aplikasi
XStar
di Kabupaten Sanggau dinilai belum berjalan sesuai harapan.
Baca Juga:
BBM SPBU Swasta Langka, Bahlil: Ini Negara Hukum, Monggo Cari Negara Lain!
Padahal, sistem digitalisasi ini diharapkan mampu meminimalisir penyimpangan sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan. Temuan inilah yang kini menjadi fokus Pemkab Sanggau.
“Ini yang kita cari tahu apa masalahnya. Rakor hari ini penting untuk kita bicarakan terkait distribusi dan penggunaan aplikasi XStar,” pungkasnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.