Bidik Kemandirian Sektor Strategis, RI-Rusia Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Teknologi Tanpa Awak
Faktakalbar.id, MOSKOW –
Hubungan bilateral antara Indonesia dan
Rusia
semakin strategis dengan fokus baru pada pengembangan industri berat dan teknologi tinggi yang berkaitan dengan pertahanan.
Menteri Perindustrian (
Menperin
) RI,
Agus Gumiwang Kartasasmita
, mengungkapkan bahwa kedua negara tengah menjajaki penyelesaian dokumen penting kerja sama industri, salah satunya adalah
Memorandum of Understanding
(MoU) di Bidang Perkapalan (
Shipbuilding
).
Baca Juga:
Usai Lawatan dari Rusia, Presiden Prabowo Langsung Tinjau Penanganan Bencana di Sumatra
Kerja sama ini dinilai vital untuk memperkuat kapasitas industri maritim nasional yang juga bersinggungan erat dengan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) laut.
Hal ini disampaikan Agus saat menghadiri pertemuan bilateral dan membuka
Indonesia-Russia Business Matching
di Moskow, awal Desember 2025.
"Kami berharap, MoU lainnya dapat segera diselesaikan sehingga memberikan kejelasan kerangka kolaborasi bagi industri besar maupun IKM kedua negara,"
tutur Agus.
Fokus Teknologi Drone dan Transfer Teknologi
Selain sektor perkapalan, Indonesia juga mempertegas posisi dalam kerja sama teknologi canggih melalui partisipasi di
BRICS
Centre for Industrial Competences
(BCIC).
Fokus kerja sama ini mencakup pengembangan transportasi tanpa awak (
unmanned transport
) atau drone, yang memiliki potensi aplikasi ganda (
dual-use
) baik untuk sipil maupun militer.
Baca Juga:
Konflik Perbatasan Memanas, RI Desak Thailand dan Kamboja Patuhi ‘Kuala Lumpur Peace Accord’
Agus menilai platform BCIC sangat strategis untuk mempercepat modernisasi industri nasional melalui skema transfer teknologi.
"Kami menilai BCIC merupakan platform strategis bagi transfer teknologi dan percepatan modernisasi industri nasional menuju industri yang cerdas, hijau, dan inklusif,"
tegasnya.
Investasi dan Perdagangan Meningkat
Secara ekonomi, kepercayaan pelaku industri Rusia terhadap Indonesia terus menguat.
Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan nonmigas kedua negara tercatat meningkat menjadi US$ 4,04 miliar, sementara realisasi investasi Rusia hingga September 2025 mencapai US$ 147,2 juta.
Dalam kunjungan tersebut, satu kesepakatan telah resmi ditandatangani, yakni MoU terkait penelitian ilmiah penggunaan aman asbes krisotil antara Menperin RI dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia,
Anton Alikhanov
.
Ke depan, Indonesia bersiap menjadi
Partner Country
pada pameran industri terbesar INNOPROM 2026 di Rusia, yang diharapkan menjadi momentum promosi kapabilitas manufaktur nasional ke pasar global.
(Ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.