Pesta Kata Bumi Khatulistiwa: Siklus Bijak Ajak Warga Pontianak Kurangi Limbah Lewat Tukar Barang
Faktakalbar.id, PONTIANAK -
Dalam rangka merayakan Hari Kunjung Perpustakaan Nasional dan Bulan Gemar Membaca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak menggelar agenda "Pesta Kata Bumi Khatulistiwa" di Pontianak
Convention
(PCC) Pontianak, Sabtu-Minggu (20-21/9/2025).
Dalam acara ini, Dinas Perpustakaan menggandeng beberapa komunitas, salah satunya adalah Siklus Bijak, sebuah gerakan lingkungan yang berfokus pada pemanfaatan kembali barang layak pakai sebagai upaya pencegahan limbah.
Baca Juga:
Bupati Ketapang Soroti Miskomunikasi Internal, Anggaran Hibah LPTQ Rp 2,2 Miliar Dipertanyakan
Menurut Koordinator Siklus Bijak,
Usep Gunawan
, gerakan ini berawal dari keresahan terhadap gaya hidup konsumtif masyarakat.
Banyak barang layak pakai menumpuk di rumah, sementara kesadaran terhadap pencegahan limbah masih minim.
"Siklus Bijak merupakan gerakan untuk mengajak masyarakat melakukan pencegahan barang sebelum menjadi limbah. Pencegahan baju maupun hal lainnya yang akan menumpuk menjadi limbah, kita redistribusikan ulang, saling tukar-tukar," kata Usep.
Dalam acara ini, Siklus Bijak hadir dengan agenda sedekah dan tukar menukar buku.
"Jadi, sesama peserta nanti yang datang ke sini yang mau menukarkan bukunya atau mau sedekah buku bisa langsung ke kami," jelasnya.
Meskipun baru berusia satu bulan, Siklus Bijak mendapat sambutan positif.
Antusiasme datang dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah hingga mahasiswa.
Beberapa komunitas juga telah menjadi kolaborator, seperti Bank Sampah Mahasiswa Untan, Tembokpedia Pontianak, IYALE Kalbar, dan Maktab Tuli As-Sami.
Salah satu momen menarik adalah saat Komunitas Teman Tuli menyumbangkan Alquran dan Iqra dengan bahasa isyarat.
"Itu tidak dicetak umum, mereka langsung dapat dari Kementerian Agama. Mereka memberikan sedekahnya ke kami supaya teman-teman tuli di Kalimantan Barat punya akses yang sama untuk membaca Alquran," imbuh Usep.
Ke depan, Siklus Bijak berharap dapat ber
kolaborasi
dengan berbagai pihak, mulai dari dosen, sekolah, pemerintah, hingga yayasan, untuk membangun ekosistem pencegahan limbah.
"Harapan untuk gerakan kami, Siklus Bijak, lebih dikenal dan lebih masif. Gerakan ini sangat membantu kita di era
konsumtif
ini dan juga membantu kita sadar terhadap lingkungan," harapnya, seraya menekankan kontribusi gerakan ini terhadap tujuan SDGs.
Baca Juga:
DPR Sepakati Potongan 10% untuk Aplikator, RUU Transportasi Online Masuk Prolegnas
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.