Polusi Udara Pontianak dan Palangka Raya Masih Masuk Taraf Berbahaya
Kualitas udara Pontianak dan Palangka Raya masih berada pada level berbahaya pada Selasa 15 September 2026 akibat polusi dan kabut asap.
Faktakalbar.id - Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian pada Selasa, 15 September 2026. Pontianak, Kalimantan Barat, dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sama-sama terpantau mengalami kualitas udara yang berada pada level berbahaya.
Pantauan IQAir pada Selasa pagi menunjukkan kualitas udara Pontianak berada dalam kategori berbahaya. Pada pukul 09.00 waktu setempat, indeks kualitas udara (AQI) Pontianak tercatat sangat tinggi.
Sementara itu, Palangka Raya juga tercatat sebagai salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada pagi hari. Berdasarkan pemantauan yang dikutip dari BMKG, konsentrasi polusi di Palangka Raya pada pukul 07.11 WIB mencapai 326,8 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.
Kualitas Udara Palangka Raya Masih Berbahaya
Kondisi udara di Palangka Raya telah berada pada level berbahaya sejak pergantian hari. Sempat membaik menjadi sangat tidak sehat sekitar pukul 01.00 WIB, kualitas udara kembali masuk kategori berbahaya satu jam kemudian.
Kondisi tersebut bertahan hingga pagi hari. Data yang dikutip Kalamanthana dari BMKG menunjukkan angka konsentrasi polusi Palangka Raya mencapai 326,8 µg/m³ pada pukul 07.11 WIB.
Berdasarkan pemantauan IQAir, kondisi di sekitar Stasiun Jalan Tjilik Riwut bahkan menunjukkan indeks yang jauh lebih tinggi.
Pontianak Juga Terpapar Polusi Tinggi
Pontianak turut menghadapi kondisi udara yang buruk akibat kabut asap. Data IQAir yang diperbarui pada pagi 15 September menunjukkan kualitas udara Pontianak berada dalam kategori berbahaya.
Pada pukul 09.00 waktu setempat, IQAir menampilkan AQI Pontianak pada level yang sangat tinggi. Prakiraan per jam juga menunjukkan kualitas udara masih berpotensi berada pada kategori berbahaya sepanjang siang sebelum perlahan membaik pada malam hari.
Kabut asap yang menyelimuti Pontianak juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan penerbangan. Associated Press melaporkan jarak pandang di Pontianak sempat turun hingga kurang dari satu kilometer akibat asap kebakaran hutan dan lahan.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kondisi udara dengan tingkat polusi tinggi perlu diwaspadai, terutama oleh kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat di wilayah terdampak sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel dari udara.
Warga juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Kabut Asap Masih Menjadi Ancaman
Kondisi udara buruk di Kalimantan tidak terlepas dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Data terbaru menunjukkan kebakaran di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian, meskipun jumlah titik panas dengan tingkat keyakinan tinggi dilaporkan mengalami penurunan.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering di sejumlah wilayah, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi memburuknya kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.