faktakalbar

Prabowo Batal Beri Diskon Listrik, BSU Naik Rp600 Ribu

Penulis: Redaksi Wednesday, 04 June 2025 📖 1 menit
Prabowo Batal Beri Diskon Listrik, BSU Naik Rp600 Ribu
Faktakalbar.id, NASIONAL - Presiden Prabowo Subianto batal menerapkan kebijakan diskon tarif listrik 50 persen untuk 79,3 juta pelanggan listrik dengan daya di bawah 1.300 VA. Pemerintah memilih mengalihkan stimulus tersebut ke bantuan subsidi upah (BSU) yang nilainya dinaikkan. Baca Juga:  Presiden Prabowo Siapkan Enam Paket Stimulus untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi di 2025 Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perubahan kebijakan ini berkaitan dengan waktu implementasi yang terbatas. Sebagai gantinya, pemerintah meningkatkan nilai BSU dari sebelumnya Rp150 ribu per bulan menjadi Rp300 ribu per bulan selama dua bulan. “Nanti Kemnaker yang akan mengimplementasikan program tersebut, yaitu BSU sebesar Rp300 ribu per bulan, diberikan untuk bulan Juni dan Juli. Jadi, dua bulan Rp600,” ujar Sri Mulyani. BSU akan menyasar 17,3 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta dan 565 ribu guru honorer di seluruh Indonesia. Selain BSU, terdapat empat kebijakan lain dalam paket stimulus ekonomi era Prabowo. Pertama, diskon tiket kereta api, pesawat, dan angkutan laut sebesar Rp0,94 triliun. Kedua, diskon tarif tol untuk bulan Juni dan Juli 2025 senilai Rp0,65 triliun. Ketiga, penebalan bantuan sosial sebesar Rp11,93 triliun. Terakhir, perpanjangan diskon 50 persen untuk iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK). Secara total, nilai keseluruhan paket stimulus tersebut mencapai Rp24,44 triliun. Sebagian besar atau sekitar Rp23,59 triliun berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kita harapkan kuartal II maka pertumbuhan ekonomi bisa dijaga mendekati 5 persen dari yang tadinya diperkirakan akan melemah akibat kondisi global,” tutur Sri Mulyani. (fd)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK