faktakalbar

Produksi Cabai Rawit Sintang Capai 527 Ton, Dinas Pertanian: Masih Kurang, Harus Ditingkatkan

Penulis: Redaksi Saturday, 24 May 2025 📖 1 menit
Produksi Cabai Rawit Sintang Capai 527 Ton, Dinas Pertanian: Masih Kurang, Harus Ditingkatkan
Faktakalbar.id, SINTANG -  Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sintang , total produksi cabai rawit hingga April 2025 mencapai 527 ton, sedangkan produksi cabai keriting sebesar 35 ton. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Sintang, Syafarman, menyebut angka tersebut masih terbilang kurang. Ia menegaskan bahwa kuantitas produksi, baik cabai rawit maupun cabai keriting, harus terus ditingkatkan. “Sehingga penting dilakukan upaya bersama untuk meningkatkan produksi cabai,” ujarnya, Jumat (23/5/2025). Menurut Syafarman, ketidakstabilan harga cabai merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap inflasi. Untuk itu, perlu langkah-langkah strategis guna menjaga kestabilan harga, salah satunya melalui gerakan tanam cabai di tingkat rumah tangga dan komunitas. “Gerakan tanam cabai bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini solusi nyata untuk membantu stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi. Kalau masyarakat bisa menanam sendiri, ketergantungan terhadap pasar bisa dikurangi,” jelasnya. Baca Juga:   BNN Sintang Gelar Rapat Koordinasi Bahaya Narkoba Bersama Organisasi Masyarakat Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan harga antara tingkat petani dan konsumen. “Petani jangan sampai dirugikan saat harga cabai anjlok. Mereka harus tetap mendapatkan keuntungan yang layak agar kesejahteraan ekonomi keluarga tetap terjaga. Di sisi lain, harga di pasar juga jangan melambung tinggi karena akan membebani konsumen,” tambahnya. Dengan mendorong peningkatan produksi lokal melalui penanaman cabai, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus menekan inflasi akibat lonjakan harga pangan di Kabupaten Sintang. [Jn]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK