Produksi Cabai Rawit Sintang Capai 527 Ton, Dinas Pertanian: Masih Kurang, Harus Ditingkatkan
Faktakalbar.id, SINTANG -
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten
Sintang
, total produksi cabai rawit hingga April 2025 mencapai 527 ton, sedangkan produksi cabai keriting sebesar 35 ton.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Sintang, Syafarman, menyebut angka tersebut masih terbilang kurang. Ia menegaskan bahwa kuantitas produksi, baik cabai rawit maupun cabai keriting, harus terus ditingkatkan.
“Sehingga penting dilakukan upaya bersama untuk meningkatkan produksi cabai,”
ujarnya, Jumat (23/5/2025).
Menurut Syafarman, ketidakstabilan harga cabai merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap inflasi.
Untuk itu, perlu langkah-langkah strategis guna menjaga kestabilan harga, salah satunya melalui gerakan tanam cabai di tingkat rumah tangga dan komunitas.
“Gerakan tanam cabai bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini solusi nyata untuk membantu stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi. Kalau masyarakat bisa menanam sendiri, ketergantungan terhadap pasar bisa dikurangi,”
jelasnya.
Baca Juga:
BNN Sintang Gelar Rapat Koordinasi Bahaya Narkoba Bersama Organisasi Masyarakat
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan harga antara tingkat petani dan konsumen.
“Petani jangan sampai dirugikan saat harga cabai anjlok. Mereka harus tetap mendapatkan keuntungan yang layak agar kesejahteraan ekonomi keluarga tetap terjaga. Di sisi lain, harga di pasar juga jangan melambung tinggi karena akan membebani konsumen,”
tambahnya.
Dengan mendorong peningkatan produksi lokal melalui penanaman cabai, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus menekan inflasi akibat lonjakan harga pangan di Kabupaten Sintang.
[Jn]
Tag:
#Cabai Rawit
#Gerakan Tanam Cabai
#Harga Cabai 2025
#Produksi Cabai Sintang
#Dinas Pertanian Sintang
#Pemkab Sintang
#Berita Sintang
#FaktaKalbar.id
#inflasi pangan
#Sintang
#Cabai Keriting
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.