Puncak Peringatan Hardiknas 2026 di Singkawang Fokus Tekan Angka Putus Sekolah
Faktakalbar.id, SINGKAWANG -
Pemerintah Kota Singkawang
menggelar puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2026 di Singkawang secara serentak di seluruh satuan pendidikan pada Sabtu (2/5/2026).
Upacara tingkat kota dipusatkan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan fokus utama menekan angka putus sekolah dan mewujudkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh kalangan masyarakat.
Baca Juga:
Kemendikdasmen Luncurkan Tema dan Logo Hardiknas 2026
Rangkaian acara peringatan ini telah dimulai sejak awal April melalui program Gebyar Hardiknas. Berbagai perlombaan digelar untuk mengembangkan bakat para siswa dan guru yang mencakup bidang olahraga, seni, sastra, hingga penguatan literasi.
Puncak acara ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera serentak mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama. Para kepala sekolah di masing-masing institusi bertindak langsung sebagai inspektur upacara.
Penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep sederhana namun edukatif yang mencerminkan semangat kebersamaan dan keadilan.
Pada upacara tingkat kota, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Asmadi bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat resmi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia menegaskan bahwa peringatan ini merupakan momentum refleksi untuk mempertegas kembali arah pendidikan nasional sebagai sebuah proses untuk memanusiakan manusia secara utuh. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan peradaban bangsa.
“Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan dengan tulus dan penuh kasih sayang untuk menumbuhkan potensi manusia agar menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujar Asmadi membacakan pidato menteri.
Pemerintah saat ini terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pendekatan pembelajaran mendalam.
Hal ini didukung oleh berbagai kebijakan strategis seperti revitalisasi dan digitalisasi infrastruktur sekolah, peningkatan kompetensi guru, hingga jaminan perluasan akses pendidikan.
“Jika ingin memajukan bangsa, maka pendidikan harus diperbaiki, dimulai dari dalam kelas. Karena itu, seluruh kebijakan diarahkan agar pembelajaran lebih bermakna dan berdampak nyata bagi peserta didik,” lanjutnya.
Di tingkat daerah, Asmadi mengingatkan bahwa memajukan sektor pendidikan pada momen perayaan Hardiknas 2026 di Singkawang ini adalah tanggung jawab lintas sektor.
Baca Juga:
Lomba Belarak Pengantin dan Besurong Saprah Meriahkan Hardiknas di Singkawang
Upaya ini membutuhkan dukungan penuh dari lingkungan keluarga, masyarakat, pihak sekolah, hingga media massa. Ia menyoroti pentingnya menjaga agar seluruh anak di wilayah tersebut bisa menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah.
“Mari kita pastikan tidak ada anak di Singkawang yang putus sekolah. Anak-anak kita harus menuntaskan pendidikannya. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Pemerintah Kota Singkawang juga berkomitmen penuh mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah warganya melalui kolaborasi terpadu dengan berbagai instansi terkait.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan rata-rata lama sekolah warga Singkawang dan menghadirkan layanan pendidikan bermutu untuk semua,” pungkasnya.
(*Red)
Tag:
#Berita Terkini
#Kota Singkawang
#hari pendidikan nasional
#Pendidikan Inklusif
#Dinas Pendidikan
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.