faktakalbar

Rakor Camat Sanggau 2025: Dorong Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Penulis: Redaksi Wednesday, 16 July 2025 📖 2 menit
Rakor Camat Sanggau 2025: Dorong Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Faktakalbar.id, SANGGAU - Pemerintah Kabupaten Sanggau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Camat Tahun 2025 bertema “Mewujudkan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” pada Selasa, (15/7/2025), di Ruang Babai Cinga, Lantai 2 Kantor Bupati Sanggau. Acara ini menjadi wujud komitmen nyata untuk memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Barat, khususnya melalui program swasembada pangan berbasis jagung. Baca Juga: Polres Sambas dan Pemda Genjot Swasembada Jagung Lewat Program Desa Bupati Yohanes Ontot menegaskan bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi Kabupaten Sanggau. Program swasembada pangan, khususnya jagung, diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan. “Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis untuk mendukung program swasembada ini, mulai dari penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), program tanam serentak, hingga kerja sama lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, dan para pemangku kepentingan lainnya,” ujar Bupati Yohanes Ontot. Kapolres Sanggau, AKBP Sudarsono, menegaskan kesiapan Polres Sanggau dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan. “Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, namun juga harus berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk di sektor pangan,” tegas AKBP Sudarsono. Ia menambahkan, seluruh Kapolsek diperintahkan untuk berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan penyuluh pertanian guna mengawal program tanam jagung serentak. “Polsek dan Bhabinkamtibmas di lapangan harus mampu menjadi fasilitator antara pemerintah dan petani. Kita ingin memastikan bahwa seluruh proses produksi pangan berjalan lancar, aman, dan sesuai target,” ungkapnya. Wakil Bupati Susana Herpena menyoroti pentingnya penyuluh pertanian sebagai ujung tombak edukasi dan pendampingan petani. “Penyuluh harus menjadi agen perubahan. Kami mendorong agar setiap kecamatan mampu mengembangkan inovasi pertanian berbasis potensi lokal,” katanya. Kepala DPM Pemdes, Alian, menekankan peran kepala desa dan Apdesi dalam keberhasilan program ketahanan pangan. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Binda, camat, dan asosiasi desa menjadi kunci sukses menuju swasembada pangan berkelanjutan. Baca Juga: Panen Capai 109 Ton, Polres Sambas Lanjutkan Program Jagung Kuartal III Rakor ini ditutup secara simbolis oleh Bupati Yohanes Ontot, yang mengajak semua pihak menjadikan momen ini sebagai langkah awal menuju kemandirian pangan lokal dan kontribusi bagi Indonesia Emas 2045. Kabupaten Sanggau diharapkan menjadi percontohan nasional dalam mewujudkan kedaulatan pangan berbasis daerah melalui kerja nyata dan kolaborasi. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK