faktakalbar

Ratusan Rumah Rusak, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Penulis: Redaksi Wednesday, 06 November 2024 📖 2 menit
Ratusan Rumah Rusak, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
NTT - Ratusan rumah di Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, rusak parah akibat erupsi dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki pada Senin, 4 November 2024. Erupsi tersebut mengakibatkan ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Letusan ini juga merusak sejumlah bangunan, termasuk gedung sekolah di daerah yang terdampak paling parah. Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level 4 atau Awas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendirikan posko pengungsian di tiga titik, yaitu Desa Bokang, Desa Konga, dan Desa Lewolaga, dengan tenda yang mampu menampung hingga 60 orang per unit. Beberapa pengungsi juga memilih mengungsi ke wilayah Kabupaten Sikka. Seorang warga terdampak, Maria Latu, menggambarkan situasi di pengungsian sebagai cukup sulit, terutama karena kurangnya alas tidur yang memadai. “Malam hari sangat dingin, kami hanya punya terpal untuk tidur. Anak-anak juga susah tidur karena udara sangat panas di siang hari,” ujar Maria, Selasa (5/11/2024) sembari berharap bantuan alas tidur seperti kasur dan selimut untuk menjaga kondisi anak-anak dan lansia. Warga lainnya, Frans Nusa, juga menyampaikan bahwa meskipun makanan disediakan dengan cukup, mereka berharap ada fasilitas MCK yang layak. “Kami harus meminta izin ke rumah warga sekitar untuk buang air karena di tenda pengungsian tidak ada MCK. Kondisi ini membuat kami tidak nyaman,” ungkap Frans. Meski begitu, warga tetap bersyukur karena adanya posko kesehatan bagi lansia dan anak-anak. “Bantuan kesehatan dari pemerintah sangat membantu, terutama untuk lansia dan anak-anak yang rentan sakit di tengah kondisi ini,” tambah Maria. Di posko pengungsian, kebutuhan mendesak berupa alas tidur, seperti kasur dan selimut, serta makanan bayi dan anak-anak. Para pengungsi mengaku kondisi pengungsian cukup panas pada siang hari karena tenda yang pendek. Meskipun persediaan makanan untuk tiga kali sehari dinilai mencukupi, pengungsi berharap adanya tambahan alas tidur agar dapat bertahan dari suhu dingin pada malam hari. Sejumlah pengungsi kembali ke desa untuk memeriksa hewan peliharaan dan barang berharga yang ditinggalkan. Akses air bersih di tenda masih baik, namun fasilitas MCK belum tersedia sehingga pengungsi harus menggunakan rumah warga terdekat. Hingga pagi tadi, belum ada laporan lanjutan terkait aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, namun status tetap berada di level Awas. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang rusak, dan rencana perbaikan rumah warga akan dilakukan setelah pendataan selesai.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK