faktakalbar

Ratusan Umat Buddha Gelar Karya Bhakti Waisak Bersihkan Taman Makam Pahlawan Singkawang

Penulis: Redaksi Monday, 04 May 2026 📖 2 menit
Ratusan Umat Buddha Gelar Karya Bhakti Waisak Bersihkan Taman Makam Pahlawan Singkawang
Faktakalbar.id, SINGKAWANG - Menyambut perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE pada tahun 2026, jajaran panitia peringatan hari besar keagamaan tersebut menggelar kegiatan karya bhakti Waisak di Singkawang . Agenda bersih-bersih lingkungan ini dipusatkan secara langsung di area Taman Makam Pahlawan Singkawang pada hari Minggu (3/5/2026). Baca Juga:  Nyepi hingga Idulfitri Berdekatan, Menag Titip Pesan Damai di Perayaan Hari Besar Keagamaan Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memberikan penghormatan kepada para pejuang bangsa. Acara sosial keagamaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie hadir langsung di lokasi bersama para perwakilan dari Kementerian Agama setempat. Turut hadir pula para pimpinan majelis agama Buddha serta perwakilan pimpinan vihara dari seluruh wilayah Kota Singkawang. Pelaksanaan karya bhakti Waisak di Singkawang ini menjadi bagian integral dari keseluruhan rangkaian peringatan Hari Raya Waisak tahun ini. Pihak penyelenggara memastikan bahwa perayaan tidak hanya berfokus pada aspek seremonial keagamaan semata, melainkan juga dititikberatkan pada upaya penguatan nilai-nilai kebajikan melalui langkah aksi nyata di tengah kehidupan bermasyarakat. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan bahwa agenda bersih-bersih makam pahlawan ini memiliki makna filosofis yang jauh lebih dalam dari sekadar aksi gotong royong memelihara kebersihan lingkungan fisik. “Kita hadir di sini bukan sekadar untuk membersihkan makam secara fisik, melainkan juga membersihkan hati dan menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan yang kita nikmati saat ini,” ujarnya. Lebih lanjut, ia mengaitkan kegiatan sosial tersebut dengan implementasi ajaran agama Buddha mengenai konsep kataññu katavedi . Konsep ini mengajarkan tentang sikap tahu berterima kasih dan upaya membalas budi baik kepada mereka yang telah berjasa. Menurutnya, para pahlawan yang telah gugur merupakan sosok yang telah memberikan pengorbanan tertinggi bagi tegaknya bangsa dan negara Indonesia. Dengan mengutip pesan kebajikan yang terkandung dalam ajaran Buddha, Wali Kota Singkawang menambahkan bahwa deretan kata-kata mutiara tidak akan memberikan makna apa pun tanpa diwujudkan secara langsung ke dalam bentuk tindakan nyata. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbicara tentang kasih sayang, tetapi mempraktikkannya dalam bentuk penghormatan kepada para pejuang,” katanya. Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Kota Singkawang Liaw Sun Jin memberikan laporan terkait tingkat partisipasi warga. Ia menyampaikan bahwa agenda karya bhakti ini diikuti secara antusias oleh lebih dari 400 orang peserta. Baca Juga:  Tradisi Makan Berami Warnai Puncak Peringatan Hari Jadi ke-410 Kota Sanggau Ratusan peserta tersebut berasal dari berbagai unsur kalangan, mulai dari pemuka rohaniwan, jajaran pengurus majelis dan vihara, kelompok pemuda-pemudi Buddha, hingga kalangan pelajar dan umat Buddha yang berdomisili di seluruh Kota Singkawang. Menurut penjelasan Liaw Sun Jin, kegiatan pembersihan area makam pahlawan ini merupakan wujud nyata dari pengamalan ajaran Buddha tentang pentingnya menanamkan rasa syukur atau katannuta . Hal ini juga menjadi bentuk penghormatan tertinggi kepada para pahlawan yang telah ikhlas mengorbankan jiwa dan raga mereka demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. “Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK