Rencana Rute Baru Singkawang-Yogyakarta dan Surabaya Terganjal Ketersediaan Apron
Rencana pembukaan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Kota Singkawang dengan Yogyakarta serta Surabaya terganjal oleh terbatasnya daya tampung parkir pesawat di bandara lokal.
Rencana pembukaan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Kota Singkawang dengan Yogyakarta serta Surabaya terganjal oleh terbatasnya daya tampung parkir pesawat di bandara lokal.
Kedua kota besar di Pulau Jawa tersebut dibidik karena memiliki tingkat mobilitas penumpang yang tinggi dari Kalimantan Barat untuk urusan berobat, pendidikan, serta bisnis.
Kehadiran penerbangan direct tanpa transit dinilai dapat memangkas durasi perjalanan dan menghemat biaya operasional para penumpang.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyatakan ketersediaan sarana penunjang berupa apron yang memadai menjadi syarat wajib sebelum masksapai menambah jadwal penerbangan baru.
"Bandara Singkawang saat ini baru memiliki satu apron. Jika dua pesawat datang dalam waktu bersamaan, salah satunya harus menunggu hingga apron kosong," ujar Tjhai Chui Mie saat acara Ngopi Morning Bersama Media di Singkawang, Jumat (24/7/2026).
Pihak pemkot terus mengawal usulan perluasan fasilitas penerbangan ke Kementerian Perhubungan agar ekspansi maskapai komersial dapat segera dieksekusi.
"Kalau rute penerbangan bertambah, tentu fasilitas pendukung seperti apron dan area parkir pesawat juga harus ditingkatkan agar operasional bandara berjalan optimal," jelasnya.
Pergerakan penumpang udara di wilayah ini tercatat melonjak konstan sejak status penerbangan ditingkatkan dari sistem carter menjadi penerbangan komersial reguler pada 22 Maret 2025.
Realisasi ekspansi rute penerbangan antarpulau diyakini bakal menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi serta sektor pariwisata daerah.
Kementerian Perhubungan diharapkan segera merespons permohonan pengembangan infrastruktur udara guna mendukung konektivitas wilayah Kalimantan Barat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.