Ribuan Pengunjung Padati Destinasi Ekowisata Bukit Luit dan Rentap Sintang Selama April 2026
Faktakalbar.id, SINTANG –
Kawasan Hutan Lindung Bukit Luit di Desa Merpak dan Bukit Rentap di Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, kini berkembang menjadi destinasi ekowisata Bukit Luit dan Rentap yang ramai dikunjungi wisatawan. Tercatat lebih dari 4.172 orang mengunjungi kawasan pelestarian alam dan budaya tersebut sepanjang bulan April 2026.
Kawasan perbukitan ini berbatasan langsung dengan Taman Wisata Alam Bukit Kelam dan berada di bawah kewenangan Unit Pelaksana Teknis (
UPT
) Kesatuan Pengelolaan Hutan (
KPH
) Wilayah Sintang Utara pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat.
Baca Juga:
2 Tempat Wisata Sintang Paling Hits untuk Liburan Akhir Tahun
Hutan Lindung Bukit Luit memiliki luas area 375,83 hektare dengan titik tertinggi 470 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara itu, Hutan Lindung Bukit Rentap membentang seluas 754,61 hektare dengan ketinggian mencapai 658 mdpl.
Akses menuju lokasi rekreasi alam ini tergolong sangat memadai. Jaraknya hanya berkisar 29,3 kilometer dari pusat Kota Sintang dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 40 menit. Kondisi jalan yang sudah diaspal baik memungkinkan pengunjung datang menggunakan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat. Lokasi ini juga berada di jalur strategis lintasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau menuju pusat Provinsi Kalimantan Barat.
Berbagai daya tarik wisata alam dan budaya dapat ditemui di kawasan ekowisata Bukit Luit dan Rentap. Pengunjung disuguhkan jalur pendakian yang melintasi area hutan asri. Dari puncak Bukit Luit, pengunjung bisa mengamati lanskap bagian barat Bukit Kelam secara jelas. Sedangkan dari puncak Bukit Rentap, wisatawan dapat menyaksikan hamparan kabut tebal di pagi hari serta melihat bangunan Rumah Betang Ensaid Panjang dari ketinggian.
Selain mendaki bukit, masyarakat juga mengunjungi Danau Kaki Hutan Lindung Luit yang terletak berdekatan dengan Kantor Resort Pengelolaan Hutan Kelam Permai. Danau ini menyediakan fasilitas bersantai dan penyewaan perahu kayu. Terdapat pula kawasan air terjun seperti Telaga Surat dan Telaga Rendung yang memiliki kontur geografis memadai untuk dikembangkan sebagai lokasi olahraga panjat tebing.
Kawasan wisata alam ini juga terintegrasi langsung dengan aktivitas budaya lokal di Desa Ensaid Panjang. Keberadaan rumah betang tradisional membuka kesempatan bagi wisatawan untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan kerajinan menenun dan menganyam khas setempat yang produknya telah menembus pasar negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
Baca Juga:
6 Makanan Khas Sintang yang Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner Anda
Berdasarkan data operasional kelompok pengelola setempat, rata-rata kunjungan pada hari kerja berkisar antara 100 hingga 200 orang per hari. Angka kunjungan tersebut melonjak drastis pada hari libur hingga mencapai 400 sampai 600 pengunjung per hari.
Pengelolaan kawasan wisata ini dijalankan secara kolaboratif. Pihak pemerintah provinsi, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, pemerintah desa, lembaga swadaya masyarakat, serta Kelompok Sadar Wisata setempat bekerja sama menjaga kawasan. Sinergi ini bertujuan memprioritaskan kelestarian lingkungan hutan lindung sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat sekitar lokasi ekowisata.
(*Red)
Tag:
#Rumah Betang Ensaid Panjang
#Wisata Alam Sintang
#Destinasi Wisata Populer
#Ekowisata Bukit Luit Dan Rentap
#Hutan Lindung Kalbar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.