faktakalbar

Satgas Karhutla Sanggau Soroti Karakter Api Gambut Tayan Hilir

Faktakalbar.id- Kepala Sekretariat Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Sanggau Didit Richardi mengungkapkan keheranannya saat menghadapi kebakaran lahan gambut di Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir.

Penulis: Natash Saturday, 12 September 2026 📖 1 menit
Satgas Karhutla Sanggau Soroti Karakter Api Gambut Tayan Hilir
Petugas Satgas Karhutla Kabupaten Sanggau mengawasi bara gambut yang muncul di Desa Kawat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id- Kepala Sekretariat Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Sanggau Didit Richardi mengungkapkan keheranannya saat menghadapi kebakaran lahan gambut di Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak Kamis, 10 September 2026 tersebut memaksa tim pemadam bekerja marathon hingga Jumat dini hari.

Operasi pemadaman fisik di lapangan baru dihentikan pada Jumat, 11 September 2026 pukul 02.00 WIB sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Struktur tanah gambut dan vegetasi resam yang mengering menjadi pemicu utama cepatnya perambatan serta kemunculan titik api baru.

"Baru kali itu saya melihat dengan mata kepala saya sendiri api bisa muncul sendiri," kata Didit Richardi pada Jumat, 11 September 2026.

Sifat alami tanah gambut yang menyimpang bara di bawah permukaan tanah membuat jilatan api sering terkesan berpindah-pindah tempat.

Meskipun luas total area terdampak belum dihitung secara rinci, luasan kebakaran tersebut dipastikan cukup masif.

Kondisi tersebut menjadi ancaman serius lantaran posisi kebakaran berada sangat dekat dengan area pemukiman warga serta fasilitas sekolah.

Karakteristik bara tersembunyi ini menuntut pengawasan ekstra dari petugas agar sisa api tidak kembali membesar di sore hari.

Fenomena kebakaran tanah mineral dan gambut ini menegaskan tingginya kerawanan lahan di Kalimantan Barat saat musim kemarau.

Evaluasi mendalam terus dilakukan guna memetakan pola penyebaran titik api di wilayah perbukitan tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK