Semerawut dan Bikin Macet, Bupati Sanggau Ultimatum Pedagang Buah di Jalan Perintis
Faktakalbar.id, SANGGAU –
Bupati Sanggau
, Yohanes Ontot, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan simpang Jalan Perintis, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, pada Selasa (6/1/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati menyoroti aktivitas para pedagang buah yang menggelar lapak di area yang tidak semestinya.
Baca Juga:
Dukung Perluasan Akses Keadilan, Bupati dan Wakil Bupati Sanggau Dorong Pembentukan Posbankum di Desa
Yohanes Ontot tidak dapat menyembunyikan kekesalannya saat melihat para pedagang berjualan di atas trotoar.
Kondisi ini dinilai menjadi pemicu utama kemacetan arus lalu lintas serta membuat wajah Kota Sanggau terlihat kumuh dan tidak tertata.
Soroti Sampah di Sungai Liku
Kekesalan orang nomor satu di Sanggau ini memuncak bukan tanpa alasan. Sebelumnya, saat melakukan kegiatan bersih-bersih sungai, ia mendapati banyaknya sampah hasil aktivitas perdagangan yang dibuang sembarangan ke aliran air.
“Sampah buah-buahan hingga plastik juga banyak kita temukan dipinggir Sungai Liku saat kita bersih-bersih sungai tadi, sungai inikan bukan tempat sampah,” kata Bupati Yohanes Ontot dengan nada tegas kepada para pedagang.
Bupati menegaskan bahwa fungsi trotoar sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan untuk dialihfungsikan menjadi lapak jualan. Ia pun langsung memerintahkan jajaran terkait untuk segera mengambil tindakan penertiban.
“Saya minta Sat Pol PP, Camat dan Lurah segera selesaikan nih, jangan ada lagi yang jualan di atas trotoar,” ujarnya saat didampingi Camat dan Kasat Pol PP di lokasi.
Ultimatum Satu Minggu
Tidak sekadar menegur, Yohanes Ontot memberikan ultimatum keras kepada para pedagang buah di kawasan tersebut.
Ia memberikan tenggat waktu selama satu minggu agar para pedagang segera memindahkan lapaknya ke lokasi yang sah dan tidak melanggar aturan.
Jika dalam batas waktu yang ditentukan para pedagang masih membandel, Bupati berjanji akan memimpin langsung proses eksekusi penertiban barang dagangan mereka.
“Kasi waktu seminggu jika masih berjualan di atas trotoar kita angkut bawa ke Pol PP, jangan main-main,” tegasnya.
Dukung Ekonomi, Tapi Harus Tertib
Meskipun bersikap tegas, Bupati menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melarang masyarakat untuk mencari nafkah di Kabupaten Sanggau.
Ia menyambut baik siapa saja yang ingin berusaha, asalkan tetap mematuhi peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum.
Baca Juga:
Bupati Sanggau Tutup Pameran Pembangunan, Bersiap Gelar Sabang Merah Ekspo Tahun Depan
Bupati mengingatkan agar aktivitas ekonomi tidak boleh mengorbankan keindahan kota dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.
“Saya tidak melarang, dari manapun dia, suku agama apapun dia, nyari makan di Sanggau kami welcome saja tapi jangan senyamannya semaunya. Sehingga membuat kota Sanggau menjadi rusak (kumuh),” pungkasnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.