faktakalbar

Sempat Putus Total, Perbaikan Darurat Jembatan Melobok Sanggau Dikerjakan Swadaya

Penulis: Redaksi Thursday, 09 April 2026 📖 2 menit
Sempat Putus Total, Perbaikan Darurat Jembatan Melobok Sanggau Dikerjakan Swadaya
Faktakalbar.id, SANGGAU – Akses transportasi masyarakat di Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau , berangsur pulih. Hal ini seiring dilakukannya perbaikan darurat Jembatan Melobok yang sebelumnya terputus total akibat diterjang cuaca ekstrem. Kerusakan parah pada infrastruktur penghubung antarwilayah tersebut bermula dari tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Meliau pada Minggu (5/4/2026) malam. Baca Juga:  Bertahun-tahun Tak Diperbaiki, Warga Swadaya Perbaiki Jembatan Rusak di Belitang Hulu Sekadau Curah hujan ekstrem itu mengakibatkan struktur jembatan, yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan ringan, rusak berat hingga terputus total. Akibatnya, arus lalu lintas dan mobilitas ekonomi warga sempat lumpuh. Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Desa Melobok bersama warga setempat mengambil langkah cepat. Mereka berinisiatif melakukan perbaikan darurat Jembatan Melobok secara swadaya agar jalur transportasi vital tersebut dapat kembali dilalui kendaraan bermotor, sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah. Pengerjaan sementara tersebut dilakukan menggunakan dua unit alat berat jenis ekskavator bersistem sewa. Proses perbaikan difokuskan pada metode penimbunan badan jalan dan penguatan akses jembatan menggunakan material tanah padat agar segera aman dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Meliau turut turun ke lokasi guna memonitor langsung progres perbaikan jalan tersebut pada Rabu (8/4/2026). Kapolsek Meliau, Iptu Supar, menjelaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pengerjaan berjalan lancar serta memperhatikan faktor keselamatan masyarakat pengguna jalan. “Polsek Meliau hadir untuk memastikan kegiatan perbaikan berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan potensi gangguan kamtibmas. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama antara pemerintah desa dan masyarakat agar akses transportasi tetap berfungsi,” ujar Supar. Ia menegaskan bahwa langkah perbaikan ini murni bersifat sementara sebagai solusi darurat. Berdasarkan hasil koordinasi kepolisian dengan perwakilan External Control Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Rayon Meliau–Parindu, Edmund, pembangunan jembatan beton permanen baru akan dijadwalkan pelaksanaannya pada bulan Juni 2026. Baca Juga:  Diguyur Hujan Deras, Jembatan Putus di Meliau Sanggau Lumpuhkan Akses Warga Guna menutupi besarnya biaya operasional penyewaan alat berat, pemerintah desa dan masyarakat sepakat menerapkan sistem kontribusi bagi kendaraan yang melintas. Kendaraan roda enam dikenakan tarif Rp100.000, kendaraan roda empat Rp50.000, sedangkan untuk kendaraan roda dua bersifat sukarela. Pihak kepolisian memastikan tidak ada komplain dari masyarakat terkait iuran tersebut, lantaran warga menilai langkah swadaya ini sangat solutif agar aktivitas sehari-hari tidak mati. “Kami mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Melobok yang mengedepankan kebersamaan dan kepentingan umum. Polri akan terus hadir melakukan pengawasan serta membantu menjaga keamanan selama proses perbaikan berlangsung,” tambahnya. Dengan berfungsinya kembali akses di Jembatan Melobok ini, roda perekonomian dan distribusi barang kebutuhan pokok di Kecamatan Meliau diharapkan kembali berjalan normal. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK