faktakalbar

Sidak Dapur MBG Sanggau: Satgas Temukan Limbah Dibuang ke Sungai & Ruangan Pengap

Penulis: Redaksi Friday, 24 October 2025 📖 1 menit
Sidak Dapur MBG Sanggau: Satgas Temukan Limbah Dibuang ke Sungai & Ruangan Pengap
Faktakalbar.id, SANGGAU - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sanggau , Susana Herpena , melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pendidikan Pelita Kasih Merryt di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Bunut , Kecamatan Kapuas, Kamis (23/10/25). Dalam sidak tersebut, Satgas menemukan fakta yang cukup mencengangkan, di antaranya dapur tempat mengolah makanan membuang limbah ke sungai, serta kondisi lantai lembab dan ruangan kerja pengap. Baca Juga:   Dinkes Sanggau Gelar Rakor Pokjanal, Targetkan Penguatan Layanan Primer Posyandu "Sisa dari dapur mereka buang begitu saja ke sungai, lantainya lembab dan kondisi ruang tidak nyaman padahal mereka bekerja sekitar delapan jam di situ," ungkap Susana Herpena. Dari sidak itu, Susana juga menemukan banyak lalat di tumpukan ompreng. Kondisi ruangan mulai dari dapur sampai tempat peletakan bahan makanan, menurutnya, masih kurang standar. "Tadi kita belum sempat lihat bagaimana proses mereka mencuci ompreng," ujarnya. Atas temuan tersebut, Susana memastikan akan melakukan evaluasi terhadap dapur-dapur SPPG untuk menjamin kehigienisan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Baca Juga:   Diduga Akibat Depresi, Seorang Wanita di Sanggau Ditemukan Tewas Gantung Diri Menurutnya, seluruh proses penyiapan makanan untuk MBG harus sesuai standar yang telah ditetapkan. "Ini salah satu upaya kita mendukung dan menyukseskan program Pemerintah khususnya Presiden Prabowo dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, mengurangi angka malnutrisi dan stunting pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Susana. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK