Singkawang Ramadan Fair 2026 Sukses Gerakkan UMKM dan Perkuat Toleransi
Faktakalbar.id, SINGKAWANG –
Pemerintah Kota
(Pemkot) Singkawang
secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan pameran dan bazar bertajuk Singkawang Ramadan Fair 2026.
Acara penutupan festival tahunan tersebut digelar di kawasan Halaman Mess Daerah, Kota Singkawang, pada Rabu (18/3/2026) malam.
Kegiatan pameran yang telah berlangsung sejak awal bulan puasa ini diisi dengan berbagai ajang perlombaan serta kehadiran pasar juadah. Setiap harinya, kawasan tersebut selalu terpantau ramai dikunjungi oleh masyarakat, khususnya pada saat menjelang waktu berbuka puasa.
Baca Juga:
Dentuman Menggelegar, Festival Meriam Karbit Singkawang Semarakkan Ramadan Fair 2026
Deretan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan aneka kuliner menjadi pusat aktivitas warga setempat dalam berburu dan memenuhi kebutuhan takjil harian.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, yang hadir langsung menutup acara tersebut, mengatakan bahwa Singkawang Ramadan Fair 2026 tidak hanya sekadar menghadirkan kemeriahan musiman. Lebih dari itu, ajang ini dinilai berhasil memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Ramadan Fair menjadi ruang kebersamaan, di mana seluruh masyarakat dari berbagai elemen dapat berkumpul dan berbaur tanpa sekat,” ujarnya saat memberikan sambutan penutupan.
Dari aspek sosial dan finansial, Tjhai Chui Mie juga menilai bahwa kegiatan pameran dan bazar kuliner tersebut telah memberikan dampak yang sangat positif terhadap perputaran roda perekonomian masyarakat daerah. Aktivitas transaksi jual beli di area pasar juadah menunjukkan grafik peningkatan yang cukup signifikan seiring dengan tingginya antusiasme para pengunjung yang hadir setiap harinya.
“Kegiatan ekonomi benar-benar hidup di pasar juadah ini, dengan tetap mencerminkan nilai-nilai religius,” katanya.
Menurut pandangan kepala daerah tersebut, pelaksanaan pameran bernuansa Islami pada tahun ini memiliki keistimewaan tersendiri karena semakin memperkuat identitas Kota Singkawang sebagai kota yang sangat menjunjung tinggi nilai toleransi. Hal itu terefleksikan secara visual dari perpaduan harmonis antara ornamen keagamaan dengan dekorasi khas perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang turut menghiasi kawasan pusat kegiatan.
“Tahun ini Ramadan bertepatan dengan Imlek dan Cap Go Meh, sehingga memperkuat wajah Singkawang sebagai kota toleran,” ungkapnya.
Untuk menambah daya tarik pengunjung, selama penyelenggaraan pameran, panitia juga memasukkan sejumlah agenda budaya ke dalam rangkaian acara. Penampilan atraksi tradisional seperti Festival Meriam Karbit dan kesenian Laggum turut memeriahkan kegiatan, sekaligus menjadi bagian dari upaya konkrit pelestarian kearifan lokal masyarakat setempat.
Mengakhiri pidatonya, Wali Kota menaruh harapan besar agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depannya dapat terus dikembangkan secara kualitas. Ia meminta panitia untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi acara, dengan tetap menjadikan agenda tahunan ini sebagai sarana merawat nilai-nilai kebersamaan, semangat religius, dan ikatan toleransi antarumat beragama yang telah terbangun di Kota Singkawang.
(*Red)
Tag:
#Tjhai Chui Mie
#Pemkot Singkawang
#UMKM Singkawang\
#toleransi beragama
#Singkawang Ramadan Fair 2026
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.