Singkawang Siap Jadi Tuan Rumah Program Revitalisasi Bahasa Daerah 2026
Faktakalbar.id, SINGKAWANG -
Wakil Wali
Kota Singkawang
,
Muhammadin
, menerima audiensi dan silaturahmi dari
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat
terkait rencana pelaksanaan Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Tahun 2026.
Baca Juga
:
Wawako Singkawang Serahkan Baju Posyandu, Apresiasi Dedikasi Kader
Pertemuan strategis ini berlangsung di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Singkawang, Selasa (27/01/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Muhammadin didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang beserta Sekretaris Dinas dan jajaran terkait, turut berdiskusi intensif mengenai pelaksanaan program tersebut.
Pemerintah Kota Singkawang menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh serta menjadi tuan rumah pelaksanaan program revitalisasi yang diinisiasi Balai Bahasa.
Audiensi ini secara khusus membahas upaya perlindungan, pelestarian, dan pengembangan bahasa serta sastra daerah, khususnya yang ada di Kalimantan Barat.
Program RBD dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan bahasa ibu agar tetap hidup dan aktif digunakan lintas generasi.
Muhammadin menyoroti kondisi bahasa ibu Melayu sebagai bahasa asli daerah yang kini menghadapi tantangan serius.
Baca Juga:
Apresiasi Kinerja di Lapangan, Pemkot Singkawang Bagikan 285 Seragam untuk Kader Posyandu
Minimnya pemahaman dan penggunaan bahasa tersebut di kalangan generasi muda menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Oleh karena itu, kami menyambut baik Program Revitalisasi Bahasa Daerah ini sebagai langkah strategis dalam melestarikan bahasa ibu, sekaligus mendorong agar ke depan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal,
” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagai kota tertoleran yang plural, Kota Singkawang memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan merawat seluruh bentuk keberagaman budaya, suku, dan bahasa.
Hal ini dianggap sebagai nilai penting yang tak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat di Singkawang.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.