Sintang Masuk Nominasi Kualitas Udara Terbersih Nomor 3 di Indonesia, Urutan 6 se-Asia Tenggara
Faktakalbar.id, SINTANG
– Kualitas udara bersih merupakan hak bagi setiap individu manusia untuk mewujudkan hidup yang sehat dan sejahtera. Sayangnya saat ini udara di bumi semakin tercemar akibat masifnya pertumbuhan penduduk serta berbagai aktivitas manusia yang mengeluarkan emisi ke atmosfer.
Menurut
World Health Organization
(WHO) pada tahun 2019, 99% penduduk dunia tinggal di wilayah dengan kualitas udara di bawah standar WHO. Konsentrasi particulate matter 2,5 (PM2,5) merupakan salah satu indikator kualitas udara.
WHO menetapkan konsentrasi PM2,5 di rentang 0 – 5 μg/m3 sebagai standar udara bersih.
[caption id="attachment_28085" align="alignnone" width="749"]
Kabupaten Sintang masuk nominasi Udara Terbersih Nomor 3 di Indonesia. Infografis: Instagram/damriindonesia.[/caption]
Baca juga:
Masyarakat Desa Lepung Pantak, Ketungau Hilir, Sintang Kumpulkan Dana Pribadi Untuk Perbaiki Jalan. Lantas Apa Fungsi dari Pemerintah Daerah?
PM2,5 adalah partikel udara berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Parameter ini menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas udara.
Berdasarkan laporan IQAir, tingkat PM2,5 di Sintang memiliki tingkat PM2,5 sebesar 8,8 mikrogram per meter kubik.
Menurut laporan 2024 World Air Quality Report oleh IQAir, Sampit di Kalimantan Tengah dan Sintang di Kalimantan Barat berhasil masuk ke dalam 10 besar kota dengan polusi udara terendah se-Asia Tenggara.
Berdasarkan hasil data dari GoodStats, daerah wilayah dengan udara terbersih di Indonesia mayoritas berada di Kalimantan.
Nomor satu dipegang oleh Sorong di Papua Barat Daya dengan rerata konsentrasi PM2,5 sebesar 7 μg/m3 sepanjang 2024.
Sedangkan kualitas udara di
Kabupaten Sintang
berada di urutan ketiga dengan konsentrasi rata-rata PM2,5 di angka 8,8 μg/m3.
Baca juga:
Rekomendasi Tempat Wisata di Sintang, Nomor 5 Cocok untuk Wisata Keluarga
Dengan hasil data yang diberikan menunjukkan bahwa Sintang menjadi wilayah dengan udara terbersih nomor 3 di Indonesia dan urutan ke 6 se-Asia Tenggara setelah Bo Put, Thailand.
Warganet dengan username @fajarrizaldi mengatakan bahwa Kalimantan akan terasa bersih udaranya jika sedang musim hujan.
“Kalimantan kalo musim hujan iya, coba kalau musim kemarau,”
ujarnya di kolom komentar Instagram @goodstats.id.
Hal serupa juga dikatakan oleh warganet dengan username @cws_sevilla yang mengungkapkan bahwa Kalimantan saat sedang musim kemarau dan terjadi kebakaran hutan akan memiliki kualitas udara yang buruk.
“Bersih min kalo dak lagi musim kemarau dan endak kebakaran hutan,”
jawabnya di kolom komentar Instagram @sintanginformasi.
Baca juga:
Pemkab Melawi Diduga Potong TPP ASN untuk Bayar Utang Daerah Rp147 Miliar
Sintang menempati posisi ketiga bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan sebagian besar wilayah Sintang masih memiliki jumlah hutan yang cukup banyak dibandingkan wilayah-wilayah lain yang ada di Indonesia.
Selain itu, populasi penduduk juga belum begitu padat di wilayah Sintang.
Dalam laporan 2024, IQAir mengidentifikasi data dari 8.954 kota di 138 negara, kawasan, dan teritori. Metode pengelompokan data dilakukan berdasarkan permukiman, mencerminkan distribusi populasi lokal dan pembagian administratif.
Pencapaian Sintang sebagai kota dengan polusi rendah merupakan kabar baik bagi peduduk Sintang, terutama di tengah upaya global untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Namun, tetap diperlukan adanya upaya lebih lanjut untuk mencapai standar WHO dan memastikan udara yang lebih bersih bagi semua dengan lebih perhatian terhadap alam sekitar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.