faktakalbar

Mengupas A400M: Pesawat Angkut 'Penjembatan' C-130 dan C-17 Milik TNI AU

Penulis: Redaksi Tuesday, 04 November 2025 📖 2 menit
Mengupas A400M: Pesawat Angkut 'Penjembatan' C-130 dan C-17 Milik TNI AU
Faktakalbar.id, JAKARTA - Pesawat angkut terbaru dan terbesar milik Indonesia, Airbus A400M , resmi mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma , Jakarta, Senin (03/11/25). Pesawat dengan nomor registrasi A-4001 ini tiba sekitar pukul 07.45 WIB dan disambut dengan tradisi water salute . Pesawat ini kemudian diserahkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto kepada TNI untuk bergabung dengan Skadron 31 di pangkalan yang sama. Baca Juga:   Pesawat A400M ‘Multifungsi’ TNI AU Diserahkan Presiden: Bisa MEDEVAC dan Isi Bensin di Udara Kehadiran A400M mengisi celah kemampuan krusial bagi TNI AU, memposisikan diri di antara pesawat angkut taktis Lockheed C-130 Hercules dan pesawat angkut strategis kelas berat Boeing C-17 Globemaster III . Dikembangkan oleh Airbus Defence and Space , A400M adalah pesawat turboprop empat mesin yang dirancang untuk fleksibilitas misi ganda. Pesawat ini mampu mengangkut kargo hingga 37 ton (81.600 pon). Ruang kargonya yang berukuran 4x4 meter dapat memuat kendaraan lapis baja, helikopter, atau 116 pasukan terjun payung. Dari segi performa, A400M memiliki jangkauan impresif, mampu membawa 20 ton kargo sejauh 3.400 mil laut, hampir dua kali lipat jangkauan pesawat taktis menengah lainnya. Pesawat ini dapat melaju hingga Mach 0.72 dan mencapai ketinggian 40.000 kaki. Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas operasional. A400M dapat lepas landas dan mendarat di landasan pacu pendek dan tidak beraspal, didukung roda pendaratan 12 roda. Baca Juga:   Menhan Sjafrie Beri Sinyal Kuat, Jet Tempur J-10C Buatan China Segera Mengudara di Jakarta Pesawat ini juga dirancang untuk beroperasi di area berisiko tinggi dengan fitur pertahanan seperti kokpit lapis baja, kaca anti peluru, kemampuan terbang rendah 150 kaki di atas tanah, serta sistem penyebar flares dan chaff untuk menghindari ancaman. Selain misi angkut, A400M dapat berfungsi ganda sebagai kapal tanker pengisian bahan bakar di udara (tanker) atau penerima (receiver), dengan kapasitas bahan bakar 51 ton. Dibandingkan dengan C-17 yang mampu membawa 77 ton, A400M menawarkan fleksibilitas operasional yang lebih besar di medan terjal. Sementara itu, A400M menyediakan kemampuan transportasi logistik strategis yang lebih unggul dibandingkan C-130J, yang tetap diandalkan untuk misi taktis di medan sempit. Sejak beroperasi pada 2013, A400M telah terbukti dalam berbagai misi global, termasuk evakuasi Kabul pada 2021. Kehadiran A400M di Indonesia memberikan TNI AU peningkatan signifikan dalam mobilitas, respons bencana, dan jangkauan strategis. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK