faktakalbar

Sungai Bawang Meluap, Banjir di Sanggau Rendam 16 Rumah dan Jalan Trans Kalimantan

Penulis: Redaksi Thursday, 23 April 2026 📖 2 menit
Sungai Bawang Meluap, Banjir di Sanggau Rendam 16 Rumah dan Jalan Trans Kalimantan
Faktakalbar.id, SANGGAU — Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Bawang hingga mengakibatkan musibah banjir di Sanggau, tepatnya di kawasan permukiman Dusun Modang, Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba , pada Rabu (22/4/2026). Air merendam belasan rumah warga serta memutus sebagian akses Jalan Trans Kalimantan dengan ketinggian genangan air mencapai 1 hingga 1,5 meter. Baca Juga:  Banjir Sanggau Ledo, Personel Lanud Harry Hadisoemantri Terjun Evakuasi Lansia Sakit Peristiwa bencana hidrometeorologi ini pertama kali dilaporkan oleh warga setempat pada pukul 06.00 WIB pagi. Merespons laporan tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Toba segera turun tangan. Kepala Unit (Kanit) Intelkam Polsek Toba , M.K. Barus, memimpin tiga personel langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan memastikan keselamatan warga. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, tercatat sebanyak 16 unit rumah warga terdampak genangan banjir di Sanggau ini. Tidak hanya area permukiman pribadi, fasilitas publik yang mencakup satu fasilitas umum dan satu rumah ibadah turut terendam luapan air sungai. Genangan air juga dilaporkan meluap hingga menutupi ruas Jalan Trans Kalimantan sepanjang kurang lebih 150 meter. Kendati jalan poros utama tersebut tergenang, arus lalu lintas lintas daerah masih terpantau lancar dan kendaraan dari dua arah tetap dapat melintas dengan kehati-hatian. Warga menuturkan bahwa debit air mulai masuk dan naik ke area permukiman pada rentang waktu pukul 22.30 WIB hingga 00.30 WIB dini hari. Saat ini, kondisi genangan dilaporkan mulai berangsur surut. Kanit Intelkam Polsek Toba, M.K. Barus, menyampaikan bahwa situasi di area terdampak telah terkendali sepenuhnya. “Kami telah melakukan pengecekan langsung di lokasi. Saat ini air sudah mulai surut dan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan,” ujarnya di lokasi kejadian. Barus menambahkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat setempat cukup tanggap dalam mengantisipasi masuknya air, sehingga kerugian harta benda dapat diminimalisir sedini mungkin. Baca Juga:  Diguyur Hujan Deras, Tanah Longsor di Kabupaten Bogor Rusak Belasan Rumah dan Akses Jalan Secara terpisah, Kapolsek Toba, Arnold Rocky Montolalu, memaparkan bahwa musibah tersebut murni diakibatkan oleh faktor cuaca ekstrem. Intensitas curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa waktu terakhir membuat daya tampung Sungai Bawang melebihi batas maksimal sehingga meluap ke daratan. “Peristiwa ini memang kerap terjadi saat intensitas hujan meningkat. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir,” kata Kapolsek. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan patroli keamanan serta pemantauan di titik-titik rawan genangan guna menjamin keselamatan masyarakat. Warga diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor kepada instansi terkait jika muncul potensi bencana serupa. Meskipun saat ini air mulai surut dan aktivitas warga kembali normal, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan mengingat potensi hujan lebat masih dapat terjadi sewaktu-waktu. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK