Sungai Melawi Dangkal, Krisis BBM Hantui Sintang Akibat Distribusi Darat yang Lamban
Faktakalbar.id, SINTANG -
Krisis energi di wilayah timur
Kalimantan Barat
kembali mencapai titik kritis.
Pendangkalan Sungai Melawi yang terjadi saat ini telah melumpuhkan jalur
distribusi
utama Bahan Bakar Minyak (BBM) via perairan.
Akibatnya, kapal tanker tidak dapat bersandar di Depot Sintang, memaksa distribusi dialihkan sepenuhnya ke jalur darat yang memakan waktu hingga dua kali lipat lebih lama.
Kondisi ini memicu keterlambatan suplai di sejumlah SPBU yang tersebar di Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, hingga Putussibau.
Baca Juga:
Pastikan Stok Aman, Polisi Monitor Distribusi BBM di APMS Putussibau Utara Pasca Pengalihan Jalur
Jika dalam kondisi normal pengiriman dari Pontianak ke Sintang hanya memerlukan waktu 7-8 jam, kini armada mobil tangki harus menempuh perjalanan hingga 15 jam untuk sampai ke tujuan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengakui bahwa pengalihan moda angkut ini tidak terhindarkan demi aspek keselamatan.
"Jika
draft
kapal sudah tidak terpenuhi, kapal sudah tidak bisa masuk dan bersandar di Depot Sintang," ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Beban Logistik dan Risiko Jalur Darat
Ketergantungan penuh pada jalur darat bukan tanpa risiko.
Penggunaan 70 hingga 80 unit mobil tangki setiap harinya meningkatkan beban logistik secara signifikan dan mempercepat kerusakan infrastruktur jalan trans-Kalimantan.
Selain itu, risiko kecelakaan kerja bagi awak mobil tangki juga meningkat seiring dengan durasi perjalanan yang membengkak.
Meski Pertamina mengeklaim pasokan tetap rutin dikirim, fakta di lapangan menunjukkan antrean kendaraan di SPBU mulai mengular akibat ketimpangan antara waktu tiba pasokan dan tingginya permintaan masyarakat.
Masalah pendangkalan sungai yang terus berulang setiap musim kemarau atau cuaca ekstrem ini menunjukkan rapuhnya rantai pasok energi di Kalbar.
Tanpa solusi jangka panjang seperti pengerukan alur sungai secara berkala atau pembangunan infrastruktur penyimpanan (depot) cadangan yang lebih strategis, warga di pedalaman timur Kalbar akan terus dihantui ancaman kelangkaan BBM setiap kali kondisi alam berubah.
Baca Juga:
Akibat Debit Air Rendah, Distribusi BBM di Putussibau Utara Dialihkan Via Jalur Darat dari Pontianak
(Nara)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.