faktakalbar

Sunyi Malam di Dr Surono Berujung Teror: Desi Jadi Korban Kriminalitas Jalanan Sanggau

Penulis: Redaksi Friday, 18 April 2025 📖 2 menit
Sunyi Malam di Dr Surono Berujung Teror: Desi Jadi Korban Kriminalitas Jalanan Sanggau
FaktaKalbar.id, SANGGAU – Malam itu sepi, hanya suara mesin motor dan hembusan angin yang terdengar di sepanjang Jalan Dr Surono, Sanggau. Di jalan yang mengarah ke Bidan Bobo, tepat di pertigaan dekat PDAM, Desi, seorang warga Setompak, melintasi gelapnya malam sendirian dengan motor merah-hitamnya. Namun, langkahnya terhenti oleh tindakan kriminal yang menyisakan trauma mendalam. Kamis (17/4) dini hari, Desi menjadi korban perampasan oleh seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah belakang. Mengendarai sepeda motor putih, pelaku mendekat dengan cepat lalu menarik tas Desi secara paksa, pelaku juga sempat berhentikan motornya dan berdiri menunggu sebelum tancap gas meninggalkan lokasi. Dalam tas itu terdapat sejumlah uang tunai dan sebuah telepon genggam milik korban.“Saya tidak sempat melihat wajahnya, dia menggunakan helm tertutup. Saat itu saya langsung berteriak, tapi jalanan sangat sunyi. Tidak ada orang yang mendengar,” ujar Desi, matanya masih menyimpan ketakutan, Jumat (18/4). Tak ingin menunggu lama, Desi segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sanggau. Laporan diterima dan langsung ditindaklanjuti oleh tim Satuan Reserse Kriminal.Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Fariz Kautsar Rahmadhani, S.Tr.K., S.I.K., M.A., menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. "Kami sedang menelusuri rekaman CCTV yang kemungkinan bisa merekam pelaku di sekitar lokasi. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk segera mengungkap identitas dan keberadaan pelaku," ujarnya. Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah, khususnya saat berkendara malam hari di jalur-jalur yang minim penerangan. Barang-barang pribadi disarankan untuk disimpan di tempat tersembunyi dan tidak mudah dijangkau dari luar kendaraan.“Kasus ini menjadi pengingat bagi semua warga untuk saling menjaga dan waspada. Jangan segan untuk melapor jika melihat kejadian mencurigakan,” tambah AKP Fariz. Peristiwa ini menggambarkan realitas yang kerap luput dari perhatian: bahwa rasa aman di jalanan bukan hanya soal penerangan dan patroli, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat untuk saling menjaga dan membantu. Bagi Desi, malam itu menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa datang kapan saja, bahkan saat kita hanya sedang dalam perjalanan pulang.(arya)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK