faktakalbar

Sutarmidji Paparkan Rencana Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan di Kalbar di Debat Pilgub Kedua

Penulis: Redaksi Thursday, 07 November 2024 📖 2 menit
Sutarmidji Paparkan Rencana Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan di Kalbar di Debat Pilgub Kedua
SINGKAWANG - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 1, Sutarmidji-Didi Haryono (Midji-Didi), memaparkan visi, misi, dan program kerja dalam debat publik kedua Pilkada Kalimantan Barat yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar di Swiss-Belinn Singkawang pada Selasa (05/11/2024). Tema debat kali ini mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Kalbar. Dalam penyampaiannya, Sutarmidji menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berfokus pada perbaikan jalan, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses ke layanan kesehatan dan pendidikan. “Infrastruktur bukan sekadar jalan, tetapi juga tentang bagaimana memenuhi kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Kita butuh sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya. Ia menyoroti pencapaian periode sebelumnya, di mana 79 persen jalan provinsi telah berhasil ditingkatkan kondisinya. “Namun masih ada sekitar 21 persen jalan yang kondisinya belum optimal, terutama jalan-jalan yang digunakan oleh sektor pertambangan dan perkebunan,” jelas Sutarmidji. Menurutnya, prioritas utama adalah jalan-jalan di area pemukiman masyarakat agar aksesibilitas yang lebih baik tercapai untuk semua warga Kalbar. Peningkatan Pelayanan Publik di Kalbar Selain infrastruktur, Sutarmidji juga menyoroti peningkatan pelayanan publik yang telah dicapai selama masa jabatannya. Berdasarkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Pemerintah Provinsi Kalbar berhasil meraih nilai 71,54 (kategori BB), yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas layanan. Selain itu, indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga mengalami peningkatan yang menunjang reformasi birokrasi dan layanan publik di Kalbar. “Saya rasa, pencapaian ini menunjukkan bahwa kita telah berada di jalur yang benar, walaupun masih perlu penyempurnaan lebih lanjut,” tambahnya. Dorongan Ekonomi dan Pertumbuhan Desa Mandiri Dalam aspek ekonomi, Sutarmidji menjelaskan bahwa Kalbar mampu menjaga stabilitas inflasi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah dan retribusi. “Kenaikan PAD ini menjadi indikator pertumbuhan ekonomi yang baik,” ungkapnya. Program Desa Mandiri juga menjadi salah satu fokus pencapaian. Pada 2018, Kalbar hanya memiliki satu desa mandiri, namun saat ini jumlah tersebut meningkat menjadi 1.079 desa. Sutarmidji menyebutkan bahwa 677 desa yang sebelumnya sangat tertinggal kini telah berkembang pesat, sehingga desa-desa yang berstatus tertinggal telah berkurang signifikan. Penguatan Ketahanan Sosial dan Ekonomi Dengan 52 indikator dalam Indeks Desa Membangun (IDM), yang mencakup kekuatan ekonomi, lingkungan, dan sosial, Sutarmidji menyebutkan bahwa Kalbar telah berhasil mengurangi ketimpangan dengan gini ratio yang relatif rendah, yaitu 0,321. “Ketimpangan ekonomi yang rendah ini menunjukkan bahwa pembangunan yang kami usung telah merata di seluruh wilayah Kalbar,” jelasnya. Sutarmidji menutup pernyataannya dengan harapan bahwa visi dan program yang telah dicapai selama ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk mewujudkan Kalbar yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK