faktakalbar

Tahapan Seleksi Sekda Sanggau Berlanjut, Siapa Paling Berpeluang?

Penulis: Redaksi Tuesday, 10 June 2025 📖 2 menit
Tahapan Seleksi Sekda Sanggau Berlanjut, Siapa Paling Berpeluang?
Faktakalbar.id, SANGGAU - Proses seleksi terbuka untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sanggau kini memasuki tahapan krusial. Sebanyak 11 nama resmi diumumkan lolos seleksi administrasi dan rekam jejak oleh Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Mereka akan melanjutkan ke tahap uji kompetensi, penulisan makalah, dan wawancara akhir. Para kandidat berasal dari berbagai latar belakang birokrasi, mulai dari sektor pertanian, hukum, kesehatan, hingga tata kelola pemerintahan. Baca Juga: Wabup Sanggau Geram, Desak Penghentian Tambang Emas Ilegal di Sungai Kapuas Adapun nama-nama yang lolos seleksi tahap awal adalah: Agus Sukanto, S.Hut Drs. Alipius, M.Si Drs. Anselmus Drs. Aswin Khatib, M.Si Ir. Didit Richardi, MT Eduardus Evald, S.Sos Ginting, S.Si. Apt. M.KM Ignatius Irianto, S.Sos., M.Si Joni Irwanto, S.IP Shopiar Juliansyah, S.E., MM Wellem Suherman, S.H. Pengamat kebijakan publik Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar, menyebut bahwa ada tiga indikator utama yang memengaruhi peluang para kandidat untuk terpilih. Baca Juga: Bupati Sanggau Yohanes Ontot Yakin Persediaan Pangan Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan MBG Pengalaman struktural dalam birokrasi, keselarasan visi dengan kepala daerah, dan kemampuan manajerial untuk memimpin lintas organisasi perangkat daerah (OPD). “Beberapa nama menonjol dari sisi pengalaman dan jabatan strategis. Namun, dinamika bisa berubah jika kepala daerah menginginkan figur pembaru,” ujar Herman pada Senin (9/6). Dari 11 nama tersebut, Drs. Alipius, M.Si dinilai sebagai kandidat terkuat. Ia saat ini menempati posisi strategis dan memiliki latar belakang pendidikan ilmu sosial yang mendukung tata kelola pemerintahan. Disusul oleh Drs. Anselmus, seorang birokrat senior yang memiliki pengalaman panjang dalam memimpin OPD dan dikenal luas di kalangan ASN. Sementara itu, Wellem Suherman, S.H. dianggap sebagai kuda hitam dengan potensi besar, terutama jika Bupati Sanggau menginginkan adanya regenerasi dan penyegaran di tubuh birokrasi. Latar belakang hukum dan usia yang relatif muda menjadi nilai tambah bagi Wellem. Nama-nama seperti Drs. Aswin Khatib, Shopiar Juliansyah, Ignatius Irianto, Eduardus Evald, Ir. Didit Richardi, Agus Sukanto, dan Joni Irwanto berada di posisi menengah dalam peta persaingan. Peluang mereka akan sangat bergantung pada kekuatan rekam jejak, performa dalam uji kompetensi, serta dukungan dari pihak internal maupun eksternal. Baca Juga: AKP Bunga Tri Yulitasari Resmi Jabat Kasatlantas Polres Sanggau, Gantikan AKP Risqi Ardian Ginting, S.Si. Apt. M.KM dari sektor kesehatan diprediksi memiliki peluang terbatas, kecuali panitia seleksi mempertimbangkan pendekatan teknokratik lintas sektor sebagai prioritas. Uji kompetensi akan dilaksanakan oleh lembaga independen. Setelah itu, para kandidat akan menjalani wawancara langsung oleh Bupati Sanggau. Hasil akhir seleksi ini akan dikonsultasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan disahkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Dr. Herman menegaskan bahwa posisi Sekda sangat menentukan arah jalannya pemerintahan daerah. “Pemilihan Sekda adalah proses yang sangat strategis. Ia merupakan jabatan tertinggi dalam struktur birokrasi daerah, yang berperan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, menjadi administrator pemerintahan, serta fasilitator pembangunan,” jelasnya. “Karena itu, seorang Sekda harus punya kompetensi akademik dan kemampuan komunikasi yang baik. Ia harus bisa menjalin interaksi yang efektif dengan pejabat pemerintah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya.” “Sebaik apa pun konsep pembangunan dari kepala daerah, tidak akan bisa terlaksana tanpa dukungan dari Sekda yang mampu menerjemahkan visi tersebut ke dalam kebijakan yang konkret dan berkesinambungan,” pungkasnya. Baca Juga: Tim Wasrik Itdam XII/Tanjungpura Lakukan Pemeriksaan di Kodim 1204/Sanggau

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK