Tangan Tersangkut Tali, Bocah 11 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Kapuas
Faktakalbar.id, SEKADAU –
Nasib malang menimpa seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Kabupaten Sekadau.
Ia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami insiden tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di wilayah Kampung Rojok, Dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan
Sekadau
Hilir, pada Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga:
Tiga Hari Menghilang, Korban Tenggelam di Sungai Melawi Ditemukan Meninggal Dunia
Pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, melalui Kasi Humas Polres Sekadau, AKP Triyono, menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat itu, korban diketahui sedang mandi dan bermain air bersama dua orang rekannya di area sekitar jamban apung milik warga setempat.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan yang dihimpun kepolisian, aktivitas bermain yang awalnya ceria berubah menjadi kepanikan.
Korban dan teman-temannya sedang asyik berenang di lokasi tersebut sebelum akhirnya korban menghilang dari pandangan.
“Ketiganya mandi sambil berenang. Namun selang beberapa waktu, korban tidak terlihat muncul ke permukaan,” jelas AKP Triyono.
Melihat korban tidak kunjung timbul, kedua rekan korban segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung melakukan upaya pencarian di lokasi hilangnya korban.
Baca Juga:
Sampan Berisi Ikan Ditemukan Hanyut, Warga Nanga Pinoh Diduga Tenggelam di Sungai Melawi
Korban Ditemukan Tidak Sadarkan Diri
Upaya pencarian warga membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan namun dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Warga kemudian mengevakuasi korban ke atas jamban dan segera melarikannya ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, takdir berkata lain sesampainya di rumah sakit.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ungkapnya.
Penyebab dan Sikap Keluarga
Terkait penyebab insiden tenggelam di Sungai Kapuas ini, pihak kepolisian memberikan dugaan sementara berdasarkan keterangan di lapangan. Korban diduga mengalami kendala saat berada di dalam air.
Diduga tangan korban tersangkut pada tali bekas yang berada di bawah bangunan jamban. Kondisi ini membuat korban kesulitan melepaskan diri hingga akhirnya kehabisan napas dan tenggelam.
Baca Juga:
Sampan Ditemukan Kosong, Warga Nanga Pinoh Diduga Tenggelam di Sungai Melawi
Menyikapi kejadian ini, pihak keluarga korban menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi.
Pihak kepolisian pun menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Sekadau Hilir tersebut.
“Atas kejadian ini, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutup AKP Triyono.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.