faktakalbar

Tekanan Harga Avtur Dunia, Delta Air Lines Hapus Layanan Snack pada Penerbangan Jarak Pendek

Penulis: Redaksi Friday, 08 May 2026 📖 2 menit
Tekanan Harga Avtur Dunia, Delta Air Lines Hapus Layanan Snack pada Penerbangan Jarak Pendek
FAKTAKALBAR.ID, INTERNASIONAL – Industri penerbangan global kembali menghadapi tantangan berat akibat krisis energi yang melanda di tahun 2026. Maskapai raksasa asal Amerika Serikat, Delta Air Lines, secara resmi mengumumkan kebijakan efisiensi baru dengan menghapus layanan makanan ringan ( snack ) dan minuman gratis pada ratusan rute penerbangan pendek mulai 19 Mei mendatang. Langkah drastis ini merupakan imbas langsung dari meroketnya harga bahan bakar avtur akibat Perang Iran. Beban biaya operasional yang kian membengkak ini sebelumnya bahkan telah memicu kebangkrutan maskapai Spirit Airlines. Berdasarkan data dari Argus Media's U.S. Jet Fuel Index , harga rata-rata avtur di AS melonjak tajam dari US $2,50 menjadi sekitar US$ 4,13 per galon sejak pecahnya konflik tersebut. Ketentuan Layanan Baru Baca Juga:  Tekanan Harga Avtur Dunia, Delta Air Lines Hapus Layanan Snack pada Penerbangan Jarak Pendek Juru bicara Delta Air Lines menjelaskan bahwa perubahan ini akan menyasar sekitar 9 persen atau hampir 500 rute harian dari total 5.500 penerbangan perusahaan. Pada penerbangan di bawah 350 mil, layanan express service yang biasanya mencakup minuman soda dan camilan gratis akan dihapuskan sepenuhnya. Sementara itu, untuk penerbangan di atas 350 mil, penumpang justru dijanjikan peningkatan menu dengan layanan tetap penuh. Bagi penumpang kelas premium atau Delta First, kebijakan ini tidak berlaku dan layanan akan tetap diberikan secara normal. Kenaikan Tarif Bagasi Selain pemangkasan layanan di dalam kabin, Delta juga melakukan penyesuaian biaya tambahan. Sejak awal April 2026, tarif bagasi terdaftar telah mengalami kenaikan yang signifikan. Penumpang kini harus merogoh kocek sebesar US $45 atau sekitar Rp720 ribu untuk bagasi pertama, dan US$ 55 atau sekitar Rp880 ribu untuk bagasi kedua. Sementara itu, tarif bagasi ketiga melonjak drastis hingga menyentuh angka US$200 atau sekitar Rp3,2 juta. Saran Bagi Wisatawan Meskipun harga tiket pesawat terus merangkak naik sebagai dampak dari krisis energi, para pakar industri menyarankan agar masyarakat tidak menunda rencana perjalanan mereka. Menunggu ketidakpastian konflik berakhir justru dinilai dapat merugikan konsumen di kemudian hari. Katy Nastro dari situs Going memberikan peringatan tegas mengenai situasi ini melalui wawancaranya dengan CNBC . "Menunggu untuk membeli tiket pesawat dengan harapan konflik akan segera berakhir adalah pilihan yang sangat berisiko. Diri Anda di masa depan tidak akan senang dengan keputusan itu," ujar Katy Nastro. Dengan kondisi ekonomi global yang kian menantang, kebijakan Delta ini menjadi sinyal kuat bahwa maskapai-maskapai besar mulai melakukan langkah defensif untuk bertahan di tengah gejolak pasar energi dunia. Baca Juga: Avtur Melonjak 70 Persen, Lion Air Patok Tarif Penerbangan Haji Kalbar di Angka Rp13,3 Miliar

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK