faktakalbar

Tembus 454 Kasus dan 5 Meninggal, Tapanuli Tengah Tetapkan Status KLB Demam Berdarah

Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menetapkan status KLB DBD di Tapanuli Tengah menyusul lonjakan ratusan kasus penyakit tersebut sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Penulis: Natash Wednesday, 05 August 2026 📖 1 menit
Tembus 454 Kasus dan 5 Meninggal, Tapanuli Tengah Tetapkan Status KLB Demam Berdarah

Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menetapkan status KLB DBD di Tapanuli Tengah menyusul lonjakan ratusan kasus penyakit tersebut sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat sebanyak 454 kasus demam berdarah dengue dengan lima orang pasien dilaporkan meninggal dunia.

Sebaran kasus penyakit menular ini terdeteksi meluas di 11 kecamatan, dengan jumlah penderita terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Pandan sebanyak 158 kasus.

Kasus kematian akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini tercatat di wilayah Puskesmas Pandan, Puskesmas Tukka, Puskesmas Hutabalang, serta Puskesmas Kolang.

Penetapan status tanggap darurat KLB DBD di Tapanuli Tengah mengacu pada Keputusan Bupati Nomor 381/DINKES/2026 yang berlaku selama 28 hari.

Guna menekan laju penularan virus, pemerintah daerah menggerakkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk secara gotong royong di seluruh desa terdampak.

Petugas kesehatan juga membagikan edukasi serta menggalakkan program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik di setiap rumah tangga masyarakat.

Selain tindakan pencegahan perkembangbiakan jentik, jajaran dinas kesehatan mengintensifkan pengasapan atau fogging secara berkala di lingkungan permukiman warga.

BPBD Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi intensif dengan jajaran dinas kesehatan setempat untuk memastikan pasokan kebutuhan medis dan penanganan pasien berjalan optimal.

Pemantauan dan evaluasi berkala terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan hingga ancaman penyebaran wabah demam berdarah berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK