Temuan Empat Ular di Dekat Jasad Warga Sanggau Ungkap Bahaya Areal Perkebunan
Faktakalbar.id - Ancaman serangan satwa liar di kawasan perkebunan kembali menelan korban jiwa usai seorang pemikat ikan ditemukan tewas di Kabupaten Sanggau pada Minggu. Jasad AD (56) tergeletak di dekat empat ekor ular yang berada di dalam serta l…
Faktakalbar.id - Ancaman serangan satwa liar di kawasan perkebunan kembali menelan korban jiwa usai seorang pemikat ikan ditemukan tewas di Kabupaten Sanggau pada Minggu.
Jasad AD (56) tergeletak di dekat empat ekor ular yang berada di dalam serta luar pukat penangkap ikan miliknya.
Penemuan empat ekor ular tersebut menjadi petunjuk penting bagi tim medis dalam mengidentifikasi penyebab kematian mendadak korban di lokasi perkebunan.
Kematian korban terungkap saat tiga warga yang berencana memancing menyisir area blok perkebunan sawit PT MKS.
Saksi Riyan Mantofani melihat korban terbaring dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bergerak saat didekati.
Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, para saksi bergegas meminta bantuan warga desa dan menghubungi kepolisian terdekat.
Petugas Polsek Sekayam langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan barang bukti serta mengevakuasi jasad korban ke puskemas terdekat.
Pemeriksaan medis oleh Yustina Simbolon di Puskesmas Balai Karangan menemukan gejala klinis yang mengarah pada paparan racun bisa ular.
Kapolsek Sekayam Sutikno menyebutkan penanganan awal difokuskan pada pengumpulan fakta teknis di tempat kejadian perkara.
“Setelah menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan TKP. Kami juga meminta keterangan dari saksi-saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian serta memastikan penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur,” ujarnya.
Pembengkakan signifikan pada tangan kanan serta bagian mata korban memperkuat dugaan adanya racun berbahaya yang masuk ke aliran darah.
“Dari pemeriksaan fisik awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat pembengkakan pada tangan kanan dan sejumlah kondisi fisik lain yang perlu dicermati. Dugaan mengenai gigitan ular masih berdasarkan temuan awal dan tidak boleh disimpulkan secara sepihak sebagai penyebab pasti kematian,” kata Sutikno.
Keluarga korban mengikhlaskan kematian AD dan memutuskan untuk langsung membawa pulang jenazah tanpa melalui proses autopsi.
Insiden tragis ini menjadi pengingat keras bagi para pekerja dan warga sekitar akan tingginya risiko keselamatan saat beraktivitas di semak belukar.
Kepolisian mengharapkan kesadaran masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi bahaya atau situasi darurat akibat serangan satwa liar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di area perkebunan, semak, maupun lokasi yang memungkinkan menjadi habitat satwa liar. Apabila menemukan situasi darurat atau kejadian serupa, segera laporkan kepada kepolisian atau pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” pungkas Sutikno.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.