Terkendala Aturan, Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Sanggau Dipindah ke Desa Binjai
Faktakalbar.id, SANGGAU -
Pemerintah Kabupaten (
Pemkab
) Sanggau memastikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dipindahkan dari semula di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, ke lokasi baru di Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu.
Pemindahan ini dilakukan setelah lokasi awal teridentifikasi masuk dalam kawasan lahan pertanian yang tidak dapat dialihfungsikan.
Baca Juga:
Gubernur Tinjau Sekolah Rakyat, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Belajar Siswa
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Sanggau, Taufik Nurwidayat Zawawi, mengonfirmasi pemindahan lokasi tersebut.
“Untuk SR pindah ke Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, dengan luasan 6 hektare,” kata Taufik Nurwidayat Zawawi, Senin (13/10/2025).
Taufik, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pemindahan harus dilakukan karena lokasi di Desa Penyaladi terbentur aturan dari Kementerian Pertanian.
“Lokasi di Desa Penyaladi itu ternyata masuk kawasan pertanian yang tidak boleh dialihfungsikan sesuai surat edaran Menteri Pertanian,” jelas Taufik.
Sebagai gantinya, Pemkab Sanggau telah menyiapkan lahan seluas enam hektare di Desa Binjai.
Lahan tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah yang sebelumnya pernah digunakan oleh kelompok eks-Gafatar pada tahun 2016 silam.
“Lahan ini yang ex Gafatar dulu itu,” ungkapnya.
Menyusul pemindahan lokasi Sekolah Rakyat Sanggau, Dinsos P3AKB Sanggau telah mengirimkan proposal perbaikan kepada Kementerian Sosial RI.
Baca Juga:
Sekolah Rakyat di Ketapang: Pendidikan Gratis, Asrama Layak, dan Masa Depan Terjamin
Menurut Taufik, secara teknis persyaratan sudah terpenuhi dan hanya menyisakan kelengkapan sertifikat hak milik.
“Sudah kita kirim proposal perbaikannya. Secara teknis persyaratan sudah terpenuhi tinggal kelengkapan sertifikat hak milik saja lagi,” bebernya.
Ia memprediksi, pembangunan fisik Sekolah Rakyat Sanggau di lokasi baru akan dimulai pada tahun 2026.
Untuk tahun ini, pembangunan serupa sedang berjalan di beberapa daerah lain di Kalimantan Barat, seperti Sambas, Singkawang, Bengkayang, Kota Pontianak, dan Ketapang.
“Kemungkinan tahun depan, untuk tahun ini ada beberapa wilayah yang sedang tahap pembangunan,” pungkasnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.