faktakalbar

Tiga Kecamatan di Sanggau Terdeteksi Hotspot Terbanyak

Penulis: Redaksi Tuesday, 30 July 2024 📖 1 menit
Tiga Kecamatan di Sanggau Terdeteksi Hotspot Terbanyak
SANGGAU- BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Sanggau mecatat sepanjang 1 Juli sampai 28 Juli 2024 ini mendileteksi ada 720 titik panas (hotspot) di Kabupaten Sanggau, jumlah tersebut mejadikan Kabupaten Sanggau menjadi dareh terbayak penyebaran hotspot se Kalimantan Barat priode Juli 2024 tahun ini.   Keterangan itu disampaikan Tridibyo, Ketua Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sanggau, Senin (29/7) siang.   Menurut Tridibyo Hotspot secara definisi dapat diartikan sebagai daerah yang memiliki suhu permukaan relatif lebih tinggi dibandingkan daerah di sekitarnya berdasarkan ambang batas suhu tertentu yang terpantau oleh satelitl.   "Jadi hotspot bukan berarti itu suatu kebakaran hutan atau lahan, yang sedang terjadi, meski demikian itu juga menjadi perhatian serius bagi kami," terang Tridibyo.   Tridibyo mengatakan berdasarkan pantauan satelit di bulan Juli 2024 ini dari 720 titik hotspot yang ada di Kabupaten Sanggau didominasi dengan kompiden medium, untuk kompiden High hanya terpantau 65 titik saja.   Menurut Tribidyo, ada tiga kecamatan di Kabupaten Sanggau terdeteksi memiliki jumlah titik hotspot terbanyak, dan ada juga Kecamatan yang nihil dan belum terdeteksi adanya titik hotspot disana.   "Tiga kecamatan dengan titik hotspot terbayak sampai bulan Juli ini ada di Kecamatan Bonti terdeteksi ada 133 titik hotspot disusul Kecamatan Meliau ada 116 titik hotspot dan di Kecamatan Noyan ada 110 titik hotspot," terangnya.   Tribidyo menyebut kecamatan yang belum terdeteksi adanya titik hotspot sampai akhir bulan Juli tahun ini ada di Kecamatan Mukok, "berdasarkan pantauan satelit di Kecamatan Mukok belum ditemukan titik hotspot," terangnya.(ariya)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK