Tiga Titik Panas di Bonti Terdeteksi di Lahan Warga
Faktakalbar.id - Tiga titik panas di Bonti Sanggau terdeteksi muncul di kawasan lahan pertanian warga Desa Kampuh dan Desa Upe pada Rabu (29/7/2026).
Faktakalbar.id - Tiga titik panas di Bonti Sanggau terdeteksi muncul di kawasan lahan pertanian warga Desa Kampuh dan Desa Upe pada Rabu (29/7/2026).
Temuan dari pemantauan satelit melalui aplikasi Lancang Kuning tersebut langsung ditindaklanjuti dengan verifikasi fisik ke lokasi oleh petugas kepolisian setempat.
Hasil pengecekan menunjukkan dua titik panas berada di Desa Kampuh, masing-masing berlokasi di Dusun Kerunang dan Dusun Entapang dengan luas lahan masing-masing sekitar 0,5 hektare.
Sementara satu titik panas lainnya berlokasi di Dusun Seribot Mensayu, Desa Upe, pada area lahan seluas 0,3 hektare.
Ketiga lokasi lahan yang terindikasi memiliki tingkat kepercayaan medium tersebut diketahui sedang disiapkan oleh warga setempat untuk kegiatan penanaman padi.
Saat petugas tiba di lokasi pengecekan, kondisi kobaran api di sebagian besar area dilaporkan telah padam.
Pengecekan lapangan ini mengandalkan data sensor VIIRS dan MODIS dari satelit NOAA-20, S-NPP, TERRA, serta AQUA.
Kapolsek Bonti Erpan Yudi Asmara menyatakan verifikasi lapangan sangat penting untuk memastikan kondisi aktual dan mencegah potensi kebakaran berulang.
“Setiap informasi titik panas kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung. Meskipun saat petugas tiba api sebagian besar sudah padam, potensi munculnya kembali api tetap harus diantisipasi. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas,” ujar Erpan Yudi Asmara.
Petugas Bhabinkamtibmas Desa Kampuh Hadi Suwarsono juga berkoordinasi dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat untuk mendata dan mendokumentasikan seluruh kondisi lahan.
Pemantauan keberadaan titik panas di Bonti Sanggau secara berkala akan terus dilakukan guna mengantisipasi kemunculan titik api baru di tengah aktivitas pembukaan lahan pertanian warga.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.