Tim Gabungan Masih Tangani Karhutla 36 Hektare di Singkawang
Tim gabungan masih menangani karhutla seluas 36 hektare di Singkawang, Kalbar. Pemadaman dan pendinginan memasuki hari ke-16.
Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, masih dalam penanganan tim gabungan.
Kebakaran tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 36 hektare lahan. Penanganan karhutla kini memasuki hari ke-16 dengan fokus pada pemadaman, pendinginan, dan penyisiran kawasan terdampak.
Kasi Humas Polres Singkawang IPTU Hidayatno mengatakan petugas masih menemukan bara api dan kepulan asap di sejumlah bagian lahan. Kondisi tersebut membuat proses pendinginan harus terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.
“Api untuk sementara berhasil dikendalikan, namun petugas masih menemukan beberapa titik api kecil dan kepulan asap di sejumlah bagian lahan,” kata Hidayatno di Singkawang.
Lahan Gambut Jadi Tantangan
Lahan yang terbakar didominasi tanah gambut dengan vegetasi berupa kebun sawit, karet, nanas, rambutan, semak belukar, hingga rerumputan kering.
Kondisi lahan gambut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Bara api dapat bertahan di lapisan gambut sehingga petugas harus melakukan penyiraman dan pendinginan secara berulang.
Selain kondisi lahan, keterbatasan sumber air juga menjadi tantangan. Sumber air berada sekitar 250 hingga 500 meter dari lokasi titik kebakaran sehingga petugas harus menggunakan mesin pompa dan mobil tangki pemadam.
Lebih dari 130 Personel Dikerahkan
Lebih dari 130 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla tersebut. Mereka berasal dari Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, Brimob Polda Kalimantan Barat, TNI, BPBD Kota Singkawang, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur Kecamatan Singkawang Utara.
Petugas terus melakukan penyisiran di kawasan yang terbakar. Bagian lahan yang masih mengeluarkan asap juga disiram untuk memastikan bara api tidak kembali membesar dan meluas ke area lain.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Kondisi cuaca panas dan musim kemarau disebut turut meningkatkan risiko kebakaran karena membuat vegetasi menjadi lebih kering dan mudah terbakar.
Polres Singkawang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.