Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang, AHY Targetkan Rampung Pertengahan 2026
Faktakalbar.id, SINGKAWANG -
Menteri Koordinator (
Menko
) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, pada Senin (2/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kelancaran program prioritas nasional yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.
Baca Juga:
Sekolah Rakyat Tahap II Singkawang Siap Beroperasi 2026
Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Menko AHY didampingi secara langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
AHY menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat terhadap upaya realisasi fasilitas pendidikan terpadu ini.
“Saya senang dalam kunjungan ke Kota Singkawang ini didampingi langsung Ibu Wali Kota. Hari ini kita berada di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Di Provinsi Kalimantan Barat ada tiga proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan visi Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan,” kata AHY, Senin (2/3/2026).
Menurut AHY, program nasional tersebut bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera agar dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa dipungut biaya.
“Ini gratis bagi masyarakat yang tidak mampu. Kita ingin memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak agar memiliki masa depan lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa di wilayah Kalimantan Barat terdapat tiga titik lokasi pendirian fasilitas tersebut.
Rinciannya meliputi satu lokasi di Kota Pontianak, satu lokasi aset milik Pemerintah Kota Singkawang yang sedang ditinjau, serta satu lokasi aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang juga didirikan di wilayah Singkawang.
Berdasarkan laporan dari pihak pelaksana teknis di lapangan, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang saat ini telah mencapai tahapan sekitar 11 persen.
Baca Juga:
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia
Pemerintah pusat menargetkan megaproyek infrastruktur pendidikan ini dapat diselesaikan pada pertengahan tahun 2026.
“Tadi disampaikan progres kurang lebih 11 persen. Kita harapkan bisa terus dikejar agar pada 2026 dapat dituntaskan,” katanya.
Dalam proses pelaksanaannya, AHY mengungkapkan adanya sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca dan ketersediaan tenaga kerja mengingat proyek ini bersifat padat karya.
Terkait alokasi anggaran, setiap lokasi diperkirakan menelan biaya sekitar Rp240 miliar. Dengan demikian, total kebutuhan anggaran untuk ketiga proyek di Kalimantan Barat mencapai sekitar Rp750 miliar.
Dari segi rancangan fasilitas, Sekolah Rakyat didesain sebagai sebuah kompleks pendidikan terintegrasi dalam satu kawasan yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Fasilitas pendukung yang akan dibangun secara lengkap meliputi ruang kelas, laboratorium, gedung serbaguna, hingga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan lintasan lari.
“Kalau melihat blueprint-nya, ini ideal. Dalam satu kompleks ada sentra pendidikan yang lengkap, termasuk fasilitas olahraga. Kapasitasnya bisa menampung hingga 1.200 siswa,” katanya.
Menutup kunjungannya, AHY berharap fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak generasi muda yang berintegritas dan unggul.
Ia juga menitipkan pesan tegas kepada pelaksana proyek mengenai standar keselamatan dan operasional kerja.
“Boleh kita bekerja cepat, tetapi keselamatan nomor satu dan kualitas konstruksi tidak boleh dinomorduakan. Kita ingin cepat, tapi cepat yang berkualitas,” Pungkasnya.
(*Red)
Tag:
#pendidikan gratis
#Sekolah Rakyat Singkawang
#Berita Singkawang Terkini
#Pembangunan Sekolah Rakyat
#Menko Infrastruktur AHY
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.