faktakalbar

Tragedi di Sungai Sekadau: Mengingat Kembali Risiko Epilepsi yang Sering Diabaikan

Penulis: Redaksi Friday, 12 September 2025 📖 1 menit
Tragedi di Sungai Sekadau: Mengingat Kembali Risiko Epilepsi yang Sering Diabaikan
Faktakalbar.id, SEKADAU – Peristiwa memilukan yang menimpa Sutiya Ningsih (45), seorang petani yang ditemukan meninggal di Sungai Sekadau, Kamis (11/9/2025), menjadi pengingat serius akan bahaya yang mengintai penderita epilepsi saat beraktivitas sendirian, terutama di dekat perairan. Insiden ini bukan sekadar kasus orang tenggelam biasa. Di baliknya, terdapat riwayat medis yang diduga kuat menjadi pemicu utama tragedi. Baca Juga: Miliki Riwayat Epilepsi, Warga Nanga Taman Ditemukan Meninggal di Sungai Sekadau Kapolres Sekadau, AKBP Donny Molino Manoppo, melalui Kasi Humas Polres Sekadau, IPTU Triyono, mengungkapkan fakta kunci yang diperoleh dari pihak keluarga korban. “Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, diketahui korban memiliki riwayat penyakit kejang atau epilepsi,” kata Triyono. Keterangan ini mengarahkan penyelidikan pada dugaan bahwa Sutiya Ningsih mengalami serangan kejang saat berada di tepi sungai. Kondisi ini membuatnya kehilangan kesadaran dan kontrol atas tubuhnya, yang berakibat fatal karena posisinya yang sangat dekat dengan air. Kejadian ini menyoroti tingginya risiko penderita epilepsi ketika berada di lokasi yang rentan bahaya. Lebih lanjut, Triyono menjelaskan kemungkinan pemicu kambuhnya penyakit tersebut. Baca Juga: Penemuan Mayat di Sungai Kapuas Gemparkan Warga Tempunak Sintang Keteraturan dalam mengonsumsi obat menjadi faktor krusial bagi penderita untuk mengelola kondisi mereka. “Korban memang rutin mengkonsumsi obat, namun kemungkinan pada saat kejadian belum meminumnya sehingga mengalami serangan kejang,” tambah Triyono. Penemuan jasad korban oleh warga setelah proses pencarian singkat semakin menguatkan kronologi nahas ini. Pihak keluarga, yang memahami kondisi kesehatan korban, telah mengikhlaskan kepergiannya dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. “Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah karena korban memiliki riwayat epilepsi. Kami dari kepolisian turut berduka cita, semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutur Triyono. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas, khususnya bagi keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat epilepsi, tentang pentingnya pengawasan dan kesadaran akan risiko penderita epilepsi untuk menghindari kejadian serupa di kemudian hari. Baca Juga: Mayat Bayi Ditemukan Mengapung di Sungai Pawan, Polisi Lakukan Penyelidikan (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK