Tuntut Hak Kavling Perkebunan, Koalisi Petani Sanjan Kunut dan Pandan Sembuat Duduki Area PT KGP
Puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Petani Sanjan Kunut dan Pandan Sembuat Kecamatan Tayan Hulu menggelar aksi unjuk rasa di lokasi inti PT Kebun Ganda Prima, Rabu (9/92026). Para warga menuntut kejelasan prihal pembagian lahan kavling yang h…
Faktakalbar.id - Puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Petani Sanjan Kunut dan Pandan Sembuat Kecamatan Tayan Hulu menggelar aksi unjuk rasa di lokasi inti PT Kebun Ganda Prima, Rabu (9/9/2026).
Para warga menuntut kejelasan prihal pembagian lahan kavling yang hingga kini belum mereka terima.
Massa yang mendatangi area perusahaan mendesak pihak manajemen untuk segera memberikan kepastian tertulis mengenai hak atas lahan yang dijanjikan.
Aksi tersebut diwarnai dengan penyampaian tuntutan secara terbuka dari para perwakilan warga di depan pengamanan perusahaan.
Welly selaku Koordinator aksi menegaskan bahwa warga membutuhkan pernyataan resmi dari pimpinan manajemen untuk menyelesaikan permasalahan sengketa lahan tersebut secara cepat.
“buat pernyataan depan kami sinik, biarpun pakai tulis tangan kami terima. Dokumen ini mebawa ke pak Joni Ponto, Satpam kenal dak pak Joni ponto? Kalo kenal bagus sekali jadi saya tidak mau ngomong panjang lebar, pangil pak Munte sini tiga kata saja saya ngomong, panggil pak munte sekarang, kalo ndk kami menunggu terus disini” ujar welly dalam orasinya.
Para petani menyiagakan diri di area perusahaan hingga perwakilan manajemen menemui mereka secara langsung untuk memproses kesepakatan tersebut.
Tuntutan atas kejelasan pembagian kavling ini merupakan buntut dari penantian panjang warga yang merasa belum mendapatkan hak atas kemitraan perkebunan.
Pihak koalisi mengancam akan bertahan di lokasi unjuk rasa jika perwakilan yang berwenang mengambil keputusan tidak segera memberikan jawaban pasti.
Sengketa terkait pembagian lahan plasma dan inti ini memicu reaksi keras dari warga dua wilayah yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada sektor perkebunan tersebut.
(Ardi)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.